Jajaran Polsek Kedaton Sambangi Graha Pena Radar Lampung

  • Bagikan
Kapolsek Kedaton Kompol Abdul Muthalib bersama Direktur Radar Lampung Hi. Taswin Hasbullah berfoto bersama di Graha Pena Radar Lampung, Selasa (15/1). Foto Rizky Panchanov

RADARLAMPUNG.CO.ID- Polsek Kedaton memanfaatkan jaringan media Radar Lampung sebagai corong untuk melakukan sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Jajaran Polsek Kedaton yang dipimpin oleh Kapolsek Kedaton Kompol Abdul Muthalib didampingi Wakapolsek Iptu Rahmat dan Kasihumas Aiptu Syafriel mengunjungi Graha Pena, Markas Radar Lampung Grup, Selasa (15/1) siang. Kunjungan jajaran Polsek Kedaton diterima langsung oleh Direktur Radar Lampung Hi. Taswin Hasbullah. Dalam kesempatan itu, Kapolsek juga mengunjungi Radar Radio dan ke studio Radar Lampung Tv.

Abdul menjelaskan, selain silaturahmi, kunjungan itu juga untuk mengimbau Kamtibmas khususnya warga Kedaton.
“Kita memilih Radar Lampung karena sebagai media yang memiliki pembaca dan jaringan yang luas. Sehingga sangat cocok menyampaikan imbauan ini,” kata Abdul Muthalib.

Baca Juga:   Bandel, Tempat Usaha Ini Disegel 7 Hari

Nah, selain Kamtibmas pihaknya juga berupaya untuk mencegah terjadinya tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yakni dengan menggunakan tiga cara preemtif, preventif dan terakhir represif. Sebab, di Kedaton memiliki tingkat curanmor yang tinggi.
“Kita melakukan upaya pencegahan preemtif, preventif dan represif. Kita selalu imbau dengan Babinkamtibmas kita untuk mengimbau dan meminta masyarakat mencegah. Dan terkahir kita lakukan represif, penindakan hukum. Pekan lalu kita sudah tangkap dua pelaku curanmor,” tuturnya.

Upaya lain, yang juga menjadi atensi polsek Kedaton yakni memaksimalkan pengawasan indekos. Ya, ini dilakukan menyusul beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir kasus pembuangan dan penemuan bayi ditemukan di wilayah Kedaton. “Karena memang wilayah hukum kita banyak indekos. Kita akan lakukan pengawasan. Melalui Babinkamtibmas dan juga meminta ketua RT mendata. Apalagi terhadap kosan yang tidak memiliki ibu kos. Sehingga kita minimalisir penyakit masyarakat,” jelasnya.(nca/wdi)




  • Bagikan