Jalan Nasional di Pekon Bedudu Amblas Bikin Warga Khawatir

  • Bagikan
Ruas Jalan Nasional tepatnya di Tanjakan Suwok, Pemangku Waysemangka, Pekon Bedudu, Kecamatan Belalau, Lampung Barat ini amblas dan nyaris putus akibat buruknya system drainase di wilayah itu serta penanganan yang lambat oleh pihak BPJN. Foto dok Aparat Pekon Bedudu

RADARLAMPUNG.CO.ID- Tingginya curah hujan yang berlangsung sejak sepekan ini mengakibatkan jalan nasional tepatnya di Tanjakan Tebasuokh, Pemangku II, Pekon Bedudu, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat amblas.

“Sebetulnya kerusakan sudah lama tapi karena di cueki pemerintah, maka kondisinya makin parah seperti ini, jika penanganan lamban bisa-bisa jalan ini putus,”cetus Regi, salah seorang pengendara yang melintas.

Apalagi, kata dia, kerusakan jalan ini sudah pernah diperbaiki namun tak bertahan lama rusak kembali. ”Harapannya segera dilakukan penanganan, dan pemerintah tentunya harus betul-betul melakukan penanganan secara matang, karena jalan ini sudah pernah diperbaiki tapi rusak lagi,” harapnya

Kabid Bina Marga Robert Putra S.T, M.T, mewakili Kadis PUPR Ir Sudarto mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) jalan nasional dfan kini masih menunggu tindaklanjut dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Baca Juga:   Pemkab Lambar Alokasikan Rp13,8 Miliar untuk Insentif Nakes

“Kita sudah koordinasi dan hari ini mereka baru turun lapangan dengan tim untuk mengecek dan menghitung rencana penanganan sekaligus memasang rambu –rambu agar pengendara waspada,”singkat Robert.

Sebelumnya Kepala Pemangku II Waysemangka, Andi membenarkan terkait kondisi kerusakan jalan amblas di ruas jalan nasional yang kian parah tersebut. “Kondisi ini di perparah akibat tersumbatnya saluran drainase sehingga air meluap dan merusak jalan dan perkebunan warga, sumbatan disebabkan oleh tumpukah sampah rumah tangga dari wilayah atas yaitu Pekon Kejadian dan Pekon Kenali,” terangnya.

Sehingga, dengan kondisi itu, pihaknya berharap kesadaran masyarakat di dua pekon tersebut agar tidak membuang sampah di saluran drainase serta berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti kerusakan jalan yang kini semakin meluas sehingga mengancam putusnya bahu jalan.(edi/rnn/wdi)




  • Bagikan