Jalan Rigid Beton Selesai, Pemukiman Terancam Banjir

  • Bagikan
Kondisi jalan rigid beton di simpang tiga Tegineneng, Pesawaran yang dikeluhkan masyarakat setempat. FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Pembangunan rigid beton di jalan lintas sumatera, tepatnya pertigaan Desa Bumiagung, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran menyisakan persoalan. Warga mengeluhkan dampak pembangunan yang membuat sejumlah rumah berpoteni terkena banjir.

Menurut Ariansen, salah seorang warga yang terkena dampak pembangunan rigid beton, proyek itu dilakukan di atas aspal dengan tinggi sekitar 15 cm-20 cm.

”Ini menyebabkan ketinggian jalan saat ini mencapai kisaran 50-70 cm di atas permukaan tanah. Dari awal pembangunan rigid beton tersebut, tidak melibatkan partisipasi masyarakat di sekitar lokasi. Baik sosialisasi atau informasi mengenai perencanaan, pemanfaatan sampai pengawasan konstruksi,” kata Ariansen, Jumat (11/10).

Pembangunan yang tidak sesuai ini akan merugikan masyarakat sekitar. Sebab berpotensi menimbulkan banjir akibat perbedaan ketinggian jalan dan tanah. Selain itu, mematikan usaha masyarakat sekitar.

Baca Juga:   Pecah Ban, Bus Pengangkut Puluhan Penumpang Terguling di Jalinsum Mesuji

”Masyarakat maupun anak sekolah mau menyeberang saja susah. Akses keluar masuk kendaraan bermotor warga di sepanjang kiri dan kanan jalan rigit juga kesulitan. Bahkan tempo hari, hujan sebentar, air hampir masuk ke rumah saya,” ucapnya.

Dilanjutkan, pada saat pengerjaan rigid mencapai sekitar  60 persen, masyarakat sudah menyampaikan keberatan kepada pelaksana pembangunan. Masyarakat meminta agar dapat dilakukan penghentian pekerjaan sampai dengan ada penjelasan dari pelaksana pembangunan mengenai spesifikasi dan gambar desain. Namun tidak mendapat respon positif.  (ozi/ais) 





  • Bagikan