Jalan Rusak Berat, Warga Minta Dinas PUPR Lampura Peka

  • Bagikan
Salah satu akses jalan utama lingkar Kotabumi yang mengalami rusak berat dan minim perbaikan dari instansi terkait. Foto Fahrozy Irsan Toni/Radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Warga Kelurahan Kotabumi Tengah, Lampung Utara (Lampura), meminta instansi terkait melakukan perbaikan jalan Sriwijaya sepanjang satu Kilometer.

Sebab, Jalan penghubung antar Kelurahan Kotabumi Tengah dengan Jalan Abung Raya Timur tersebut, sudah hampir lima tahun belum mendapat sentuhan pembangunan. Padahal jalan di lingkungan itu, merupakan akses lingkar Kota yang padat dengan kendaraan.

Idram Saputra (38), warga sekitar mengeluhkan kondisi jalan di wilayah tersebut yang mengalami kerusakan cukup berat, namun minim perbaikan dari pemerintah setempat.

“Jalan ini merupakan jalan Pusat Kota. Selain akses utama penduduk, jalan ini menghubungkan Kecamatan Kotabumi dengan Abung Timur, dan juga Jalan lintas Sungkai. Tapi nyatanya jalan sampai hancur seperti ini, tidak ada perbaikan dari pemerintah,” keluh peria dua anak ini, Rabu (24/7).

Ia mengatakan, kondisi jalan rusak sangat mengganggu aktivitas warga. Apalagi jalan tersebut menjadi akses poros Kota yang dilintasi warga setiap hari. Terlebih jika turun hujan, badan jalan licin sehingga banyak yang mengalami kecelakaan.

“Kalau kita tidak hati-hati, di sini sering banyak pengendara motor terguling dan pejalan kaki sering terpeleset di jalanan tersebut. Apalagi sebagian badan jalannya ada yang berlubang dan bergelombang,” ucapnya.

Senada dikatakan Fery Irwan Kurnia (42), warga Kelurahan Kotabumi Ilir. Menurut dia, kerusakan jalan tersebut mulai dari Jalan Sriwijaya hingga Kelurahan Kotabumi Ilir. Kondisi jalan rusak itu sangat menghambat dan mengganggu aktivitas warga yang melintas. 

“Iya tidak pernah diperbaiki. Padahal, jalan itu digunakan warga sehari-hari. Warga berharap, Bupati Lampura dalam hal ini Dinas PUPR Lampura dapat peka dalam menyikapi keluhan warganya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampura, Syahpudin belum berhasil dikonfirmasi mengenai keluhan warga tersebut karena pejabat yang bersangkutan tidak berada di ruang kerjanya. Hal yang sama ditemui wartawan ini, ketika menuju ruang Sekertaris Dinas PUPR Lampura, Susilo Dwiko juga tidak berada ditempat. Kedua pejabat tersebut, tidak diketahui keberadaannya meski dalam jam kerja.

“Maaf mas, bapak (Kadis dan Sekertaris, Red) tidak ada. Besok saja ke sini lagi. Bapak ada pekerjaan di luar Kantor,” kata salah seorang staf DInas PUPR yang enggan disebutkan identitasnya. (ozy/kyd)




  • Bagikan