Janjikan Bisa Urus Naik Jabatan dan Masuk Honor Pol PP, ASN Lampura Ini Tipu Korbannya Ratusan Juta

  • Bagikan
Oknum ASN bernama Nona Lestari (36) warga Bandarlampung diamankan petugas Polresta Bandarlampung, Sabtu (3/4). Lantaran telah menipu puluhan orang dengan kerugian mencapai Rp569 juta. Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Janjikan naik eselon dan memasukan honor di Polisi Pamong Praja (Pol PP) Provinsi Lampung, seorang wanita bernama Nona Lestari (36) warga Bandarlampung, ini berhasil tipu 24 korbannya.

Pelaku diduga merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lampung Utara (Lampura) ini, awalnya dilaporkan oleh korbannya ke Polresta Bandarlampung, dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/712/III/2021/LPG/SPKT Resta Balam tanggal 27 Maret 2021.

Wakasat Reskrim Polresta Bandarlampung IPTU Djoni Apriyadi menjelaskan, kejadian tersebut berawal pada Minggu tanggal 28 Maret 2021. Dimana pihaknya mengamankan Nona Lestari dikediamannya.

“Awalnya memang pelaku (Nona Lestari) ini modusnya bisa mengurus jabatan eselon III. Atas korban Y. Dimana Y ini dimintai uang setor sebesar Rp140 juta. Yang nantinya akan di transfer ke rekening pelaku,” katanya, Sabtu (3/4).

Baca Juga:   Polisi Minta Keterangan Saksi Ahli Pada Kasus Dugaan Korupsi

Berita terkait : Kepala UPT VI Kotabumi Lampura : Tersangka Tipugelap Adalah Pegawai UPT VI

Tak hanya itu saja, pelaku Nona Lestari juga menyuruh korban Y untuk mencari orang yang ingin honor di Pol PP Provinsi Lampung. “Lagi-lagi pelaku ini meminta setoran sejumlah uang ke orang-orang itu. Dengan jumlah yang bervariasi. Sehingga korban mencapai 24 orang,” kata dia.

Dari korban-korban yang hendak masuk honor Pol PP itu, pelaku menargetkan satu orang korban Rp3 sampai Rp4 juta. “Jadi total kerugian semua korbannya ini sekitar Rp569 juta. Uang yang pelaku dapatkan itu digunakannya untuk keperluan pribadi,” ucapnya.

Atas penangkapan pelaku itu, pihak kepolisian menyita beberapa barang bukti seperti dua lembar kwitansi, hasil transaksi pelaku dan para korban. “Pelaku kami persangkakan Pasal 378 KUHPidana atau Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun penjara,” ungkapnya. (ang/yud)

Baca Juga:   Kesejahteraan Anak Indikator Masa Depan Bangsa!

Baca Juga : Kepala BPPRD Lampura Bantah Pelaku Tipugelap Pegawainya

 




  • Bagikan