Jarah Rumah Kosong, Satu Pelaku Ditembak

  • Bagikan
Wakapolres Lamsel, Kompol Harto Agung memimpin press rilis pelaku C3 di Polsek Kalianda. Foto : Yuda Pranata/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Perang terhadap pelaku C3 (Curas, Curat dan Curanmor) dilakukan Polres Lampung Selatan (Lamsel).

Hari ini (24/5), Polsek Kalianda merilis salah satu pelaku Curat (Pencurian dengan Pemberatan) yang kaki kanannya ditembak.

Wakapolres Lamsel, Kompol Harto Agung Cahyo menjelaskan, pelaku yang tertembak yakni Indra Juliansyah (25) warga Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda, Lamsel. “Pelaku yang ditembak ini karena tidak kooperatif dan cenderung melawan petugas. Makanya kami minta kepada pelaku lain untuk menyerahkan diri ke polisi,” ungkap Harto Agung, Senin (24/5).

Dia menjelaskan, pencurian tersebut terjadi pada hari Senin (15/1) sekitar pukul 15.00WIB. Saat itu, rumah milik Hasanudin yang berada di jalan Pratu Amin, Kelurahan Kalianda, Kabupaten Lamsel dalam keadaan kosong.

Baca Juga:   Pasar Bakauheni Terbakar, Ratusan Kios Hangus

“Karena para pelaku melihat ada rumah yang kosong, empat orang memanfaatkannya dengan masuk kedalam rumah korban melalui pintu belakang dan mengambil barang-barang,” ujarnya.

Mengetahui keadaan aman, sambung Harto, keesokan harinya, para pelaku kembali masuk ke rumah korban dan mengambil kembali barang-barangnya. “Ini terjadi sampai lima kali. Barang-barang itu diambil sedikit-sedikit. Dan pelaku membawa mobil jenis pick-up untuk membawa barang curian,” katanya.

Adapun barang-barang yang dicuri para pelaku yakni dipan kasur, kayu Merbau, Televisi (TV), kulkas, mesin cuci sampai perabotan rumah tangga lainnya. Selain itu, pelaku juga berhasil mengambil sebuah samurai yang nilainya mencapai Rp1 miliar. “Makanya korban mengalami kerugian mencapai Satu Miliar lebih,” ucapnya.

Baca Juga:   Pemalak Sopir di Jalinsum Way Kanan Ditangkap Polisi

Mantan Kasatreskrim Polresta Bandarlampung ini menambahkan, secara keseluruhan, pelaku berjumlah empat orang. “Jadi, tiga orang sudah kami tetapkan DPO (Daftar Pencarian Orang). Kalau mereka tidak mau menyerahkan diri, kami akan mengambil tindakan tegas dan terukur,” katanya.

Sementara, pelaku Indra Juliansyah mengaku barang-barang yang telah dicuri, dijual kembali untuk biaya hidup. “Kami ada 7 orang. Barang curian itu kami jual, hasilnya kami bagi rata,” pungkasnya. (yud)




  • Bagikan