Jaringan Internet di Tubaba Masih Jadi Kendala Belajar Daring

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Di tengah pandemi Covid-19, belajar secara daring (dalam jaringan) dengan memanfaatkan jaringan internet menjadi salah satu kebijakan memutus mata rantai penyebaran dan penularan virus mematikan tersebut.

Melalui daring, interaksi para pelajar dengan guru pun akhirnya sedikit terhambat, sebab dilakukan melalui jarak jauh dan hanya mengandalkan kemajuan teknologi informasi.


Tak bisa menolak, pihak sekolah, guru dan para pelajar pun harus melaksanakan itu. Namun, persoalan muncul ketika fasilitas jaringan internet sebagai penunjang utama belajar daring tersebut sulit dijangkau.

Berbagai cara pun akhirnya dilakukan, terutama oleh para pelajar yang kadang terpaksa harus keluar rumah mencari jaringan internet yang stabil.

Seperti yang dilakukan oleh Heni Agustina, salah satu siswa SMAN 1 Tulang Bawang Tengah yang terpaksa keluar rumah hanya untuk belajar daring. Sebab, di daerahnya tempat tinggalnya di tiyuh Gedung Ratu Kecamatan Tulang Bawang Udik, jaringan internet sulit dijangkau.

Baca Juga:   100 Peserta dan 15 Regu Ikut STQ Ke-2 Tubaba

Agar belajar tetap berjalan, siswa kelas X ini pun harus berusaha mencari jaringan internet yang stabil, tak peduli seberapa jauh jarak yang harus ditempuhnya.

“Ya, kalau di rumah sinyal internet susah kak, makanya nyari (sinyal) yang bagus. Walau pakai kuota internet sendiri, disini kan sinyalnya kuat, sehingga belajar pun lancar dan tidak terhambat gara-gara sinyal,”ungkapnya saat berbincang-bincang di Taman Bermain- Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.

Heni yang mengaku sedang mempersiapkan diri mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nusantara tersebut sangat mengandalkan jaringan internet, sebab belajar secara daring akan susah dilakukan tanpa didukung jaringan internet yang memadai.

“Kalau dirumah itu kak, sinyal internet yang agak baik hanya di tempat-tempat tertentu saja. Itu pun harus keluar rumah keliling-keliling, kalau geser sedikit saja sudah hilang sinyal,”keluhnya.

Baca Juga:   100 Peserta dan 15 Regu Ikut STQ Ke-2 Tubaba

Selain menginginkan adanya jaringan internet yang stabil di tiyuhnya, dia juga berharap belajar daring segera berakhir.

“Ya, kalau sinyal internet bagus sih gak ada masalah, tapi kalau seperti ini sangat susah dan mengganggu kak. Pengennya sih belajar di sekolah lagi seperti biasanya, apalagi seperti saya ini kan siswa baru di SMA, yang semenjak masuk pertama sampai sekarang kebanyakan belajar daring,”harapnya. (fei/rnn/wdi)




  • Bagikan