Jasad Sukirno Ditemukan Dalam Kubangan Lumpur

  • Bagikan
Kasat Reskrim Polres Lamteng AKP Yuda Wiraguna diwawancarai di RS Bhayangkara Polda Lampung, Minggu (3/11). FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Jasad korban pembunuhan Sukirno (32), warga Rantau Fajar, Raman Utara, Lampung Timur ditemukan warga di dalam kubangan lumpur sungai di wilayah Bumi Rahayu, Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, Minggu (3/11) Pagi.

Hal itu diungkapkan sepupu korban Rianto (30) bahwa korban yang menghilang bersama korban Nur Sodik (35) itu telah ditemukan warga pada Minggu pagi di area sungai yang berlumpur.

“Pencariannya kita dibantu warga dibagi dua kelompok, kelompok satu di bagian bawah, sedangkan satu lagi bagian atas. Nah, begitu ada teriakan kita semua yang di bawah langsung ke atas jadi jaraknya cuma 50 sampai 100 meter dari lokasi penemuan Sodik,” kata Rianto saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Lampung, Minggu siang.

Menurutnya, Sukir yang ditemukan di dalam lumpur itu sebelum dibawa ke RS Bhayangkara, terlebih dahulu dibawa ke RS Damang Sepulau Raya.

Baca Juga:   Buat Laporan Palsu, Doni Ditahan Polisi

“Awalnya sama petugas dibawa ke sana dulu (RS Damang, red), tapi abis itu langsung dibawa ke Bhayangkara untuk dioutopsi. Untuk kondisi jenazah sendiri saya kurang faham ada luka apa engga soalnya saya hanya lihat dari kejauhan saja, yang pasti sudah membusuk juga,” terangnya.

Betadasarkan pantauan Radarlampung.co.id, pihak medis sejak pukul 12.00 WIB hingga 15.30 WIB masih melakukan outopsi terhadap jenazah tersebut.

Di tempat yang sama Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Yuda Wiranegara mengatakan, indikasi diracun sangat kental dalam peristiwa pembunuhan ini. Hingga kini pihaknya masih terus mencari pelaku yang melarikan diri.

“Saat itu istri pelaku menemukan dua gelas bekas kopi, kemudian melihat korban sempat teriak-teriak dan kenjang-kejang kesakitan. Sang anak juga sempat melihat pelaku menggunakan besi memukul kepada salah satu korban hingga berdarah. Namun anak dan istrinya disuruh masuk kamar, jadi masih kita kejar sampai saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga:   Polisi Tetapkan 3 Tersangka Penganiayaan Perawat

Dari peristiwa tersebut petugas sudah mengumpulkan saksi-saksi serta mengamankan barang bukti salah satunya kemasan racun hama.

“Untuk barang bukti ada satu sachet racun hama yang sudah dipakai, satu botol racun hama juga, kemudian dua bungkus kopi yang sudah digunakan dan satu buah besi yang biasa digunakan seperti tombak bersimbah darah,” bebernya.

“Untuk saksi sendiri ada tujuh orang termasuk anak dan istrinya,” tambahnya.

Mengenai motif para pelaku, hingga kini pihaknya masih mengembangkan keterangan dari istri dan anaknya.

“Anak dan istrinya melihat korban diseret ke mushola ditusuk dari atas ke bawah, mereka hanya melihat karena mereka takut dengan pelaku jadi hanya diam dan diminta masuk kamar nurut aja. Motifnya sepertinya masih ada hubungannya dengan sapi atau hutang piutang karena sapi juga,” tandasnya.(mel/sur)




  • Bagikan