Jelang Idul Fitri 1442 H, 400 Ribu Lebih Kendaraan Lintasi Jalan Tol Trans Sumatera

  • Bagikan
Briefing di Ruas Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung. Foto HK for Radar Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID– Menjelang IdulFitri 1442 H, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mencatat sebanyak 431.768 kendaraan telah melintas di JTTS. Angka tersebut merupakan akumulasi Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol (GT) Bakauheni Selatan di Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, GT Terbanggi Besar di Ruas Terbanggibesar-Pematangpanggang-Kayuagung, GT Palembang di Ruas Palembang – Indralaya, GT Pekanbaru di Ruas Pekanbaru-Dumai, dan GT Blang Bintang di Ruas Sigli – Banda Aceh Seksi 4 pada hari Selasa (11/05), dimana merupakan hari kerja terakhir sebelum libur lebaran yang cukup panjang hingga
dengan (17/5) mendatang.

Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPT) Hutama Karya, J. Aries Dewantoro mengatakan bahwa LHR kendaraan yang melintas di JTTS tersebut mengalami penurunan 89.266 kendaraan atau sebesar 17,13% dibanding kondisi normal kala pandemi sebelum adanya larangan mudik dan penyekatan yakni sebesar 521.034 kendaraan.

“Penurunan trafik ini tak lepas dari adanya larangan mudik dari pemerintah yang cukup dipatuhi oleh masyarakat di tahun ini. Adapun Ruas Tol di JTTS yang mengalami penurunan paling signifikan yakni Ruas Tol Pekanbaru – Dumai dengan penurunan hingga 40,39 %. Meski demikian kami tetap menyiagakan tim untuk memastikan operasional tol berjalan dengan baik
khususnya untuk kendaraan yang masih dapat melintas,” tutur Aries.

Baca Juga:   Kantor Inspektorat Way Kanan 'Lockdown'

Lebih lanjut, Aries juga menyampaikan sejak hari pertama larangan mudik resmi berlaku pada Kamis (6/5), kegiatan penyekatan di JTTS pun mulai digalakkan oleh Kepolisian daerah setempat. “Hingga kemarin (11/05), tercatat total 519 kendaraan yang diputarbalikan dari 3.840 kendaraan yang diperiksa. Kendaraan yang diputarbalikan tersebut dikarenakan kendaraan tersebut tidak dapat menunjukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dan hasil negatif Covid-19 berbasis tes RT-PCR maks 3×24 jam/ Rapid Antigen maks 2×24 jam/hasil negatif Genose C19. Total kendaraan yang disekat tersebut merupakan akumulasi dari 4 (empat) titik penyekatan di JTTS yang berlokasi di Gerbang Tol (GT) Bakauheni Selatan di Ruas Bakauheni – Terbanggi
Besar, GT Simpang Pematang & GT Kayu Agung di Ruas Terbanggi Besar-PematangPanggang – Kayu Agung dan GT Dumai di Ruas Pekanbaru – Dumai,” Tutup Aries, EVP Divisi OPT Hutama Karya.

Baca Juga:   Data Varian Baru Covid, Diskes Lampung Kirim Sampel WGS dan Pantau Gejala Pasien

Meski perusahaan mendukung arahan pemerintah dalam peniadaan mudik, namun Hutama Karya selaku pengelola JTTS berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan optimal dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan tol yang diperbolehkan melintas. Selain itu juga menerapkan protokol Covid-19 dalam pengoperasian seluruh ruas jalan tol yang dikelola dengan mewajibkan petugas memakai masker dan sarung tangan, secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan, menyediakan tempat cuci tangan di rest area dan memberikan cek kesehatan gratis untuk memastikan pengguna jalan dalam keadaan prima.

Hutama Karya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, berkendara dalam kondisi prima, mengecek kondisi kendaraan, memastikan kecukupan saldo UE sebelum melintas di jalan tol dan apabila pengguna jalan lupa untuk mengisi saldo UE dapat menggunakan aplikasi HK Toll Apps yang dimiliki oleh Hutama Karya dimana didalamnya terdapat fitur Cek Saldo UE dan juga dapat melakukan Top up saldo UE, melaporkan ke Call Centre masing-masing Cabang Tol apabila terjadi tindak kejahatan yang ada di jalan tol maupun rest area. Serta mematuhi menerapkan protokol Covid-19 seperti menggunakan masker dan selalu mencuci tangan pada saat bepergian keluar rumah. Serta mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dan membatasi diri untuk keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang mendesak. (rma/rls/wdi)



  • Bagikan