Jelang Pelarangan Mudik, Tiga Polda Ini Gelar Rakor

  • Bagikan
Suasana penandatangan usai rapat koordinasi lintas Polda, diantaranya polda Sumsel, Polda Banten dan Polda Lampung dalam rangka kesiapan ops ketupat tahun 2021 di hotel Emercia, Bandarlampung, Selasa (20/4). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sukseskan Operasi Ketupat Krakatau 2021, Polda Lampung melaksanakan rapat koordinasi (rakor) lintas Polda. Dimana rapat tersebut diikuti oleh Polda Lampung, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dan Polda Banten.

Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Wahyu Bintoro menjelaskan, kegiatan rakor ini dilaksanakan dalam rangka mensukseskan operasi ketupat pada tahun ini. Yang dimana dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.


“Selain itu kita juga menyamakan persepsi khususnya dalam mendukung ketentuan larangan mudik, yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Berlangsung pada tanggal 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021,” katanya, Selasa (20/1).

Menurutnya, ada beberapa poin-poin kesepakatan dalam hal menyamakan persepsi ini, diantaranya dalam hal ini Polda Lampung, Polda Sumsel dan Polda Banten memiliki karateristik perbatasan yang berbeda.

“Seperti kami (Polda Lampung) berbatasan dengan Polda Banten yang dimana dibatasi dengan Selat Sunda. Yang dimana alat transportasinya menggunakan penyeberangan Kapal Ferry,” kata dia.

Baca Juga:   Transfer Dana Desa ke Lampung 2022 Turun Rp114,33 Miliar, Berikut Ini Rincian per Daerah

Sedangkan untuk di perbatasan Sumsel itu darat. Baik di jalan tol maupun lintas Sumatera. Lalu untuk dengan Polda Banten pihaknya telah menyamakan persepsi bagaimana pihaknya melakukan penyekatan secara maksimal pengawasan, terhadap mode transportasi tanpa pengecualian.

“Contoh penyeberangan ada beberapa angkutan yang dikecualikan yang bisa melintas di Kapal Ferry seperti angkutan sembako dan BBM atau perjalanan dinas disinilah kami bersama Polda Banten sama-sama melakukan penyekatan agar tidak ada pihak tanpa dikecualikan itu melakukan penyeberangan,” jelasnya.

“Baik di Sumatera dan sebaliknya kami akan koordinasi dengan pihak Dirjen Perhubungan Darat mengatur tentang teknis di pelabuhan dalam hal kesiapan dalam dermaganya. Kami dengan Polda Banten akan berkoodinasi dengan Dirjen Perhubungan,” ucapnya.

Baca Juga:   Hamdalah, Wagub Nunik Lahirkan Anak Pertama Lewat Persalinan SC

Sedangkan untuk di Polda Sumsel, pihaknya akan mendirikan pos perbatasan berdampingan. “Pada intinya kami bersama melakukan penyekatan terhadap penerapan larangan mudik dengan keberadaan pos diperbatasan bisa diharapkan mungkin tidak ada yang mudik,” jelasnya.

Kecuali pihak-pihak yang dikecualikan tadi. Tak hanya itu saja, kesepakatan lain yang dilakukan yakni mendirikan pengawasan di lapangan. Secara administrasi dan juga menyediakan tempat tes covid-19 secara bersama.

“Untuk itu agar mempermudah untuk koordinasi, kami juga sudah membuat suatu macam media komunikasi. Agar lebih mudah menyampaikan informasi yang akurat,” ungkap dia.

Tentunya dalam tujuan menyamakan persepsi itu, untuk melindungi masyarakat terbebas dari Covid-19. “Untuk itulah kami berupaya sekali agar penyelenggaraan ini lebih maksimal,” pungkasnya. (ang/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan