Jemaat Geruduk Kantor HKBP Lampung, Pertanyakan Mutasi Hingga Pembangunan Gereja

  • Bagikan
Sejumlah jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Panjang, Bandarlampung menggeruduk Kantor Distrik HKBP XXXII Provinsi Lampung, Sumur Batu, Telukbetung Utar, Bandarlampung, Selasa (12/10). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id -Jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Panjang, Bandarlampung menggeruduk Kantor Distrik HKBP XXXII Provinsi Lampung, Sumur Batu, Telukbetung Utar, Bandarlampung, Selasa (12/10).

Puluhan Jamaat yang menggeruduk membentangkan poster terkait protes mereka, hingga adanya mediasi antara jamaat dengan pengurus Distrik HKBP Lampung.


Usai mediasi, Salah satu jamaat Rael Tobing mengatakan, protes mereka terkait adanya mutasi sepihak Pendeta HKBP Panjang, Mar Marihot Manullang, secara sepihak.

Jemaat menilai kinerja pendeta selama ini cukup baik dalam melayani Firman Tuhan bagi Jemaat, kendati tiba-tiba dimutasi tanpa ada sebab yang jelas.

“Ya, mutasi ini dinilai dilakukan secara sepihak, sebab Pendeta Marihot Manullang STh baru bertugas melayani di HKPB Panjang selama 9 bulan lamanya, kami meminta pengelolaan anggaran HKBP dilakukan secara transparan” katanya usai mediasi, Selasa (12/10).

Baca Juga:   Puluhan Prajurit Korem 043/Gatam Ikuti Bimtek Teknologi Informasi di Universitas Teknokrat Indonesia

Selanjutnya, Jemaat HKBP Panjang memohon Ephorus (Pemimpin) HKBP pusat meninjau ulang SK perpindahan Pendeta Marihot Manullang STh dengan alasan, karena anak-anak dari Pendeta Marihot Manullang STh baru saja masuk sekolah tempat dia di Lampung dan harus pindah sekolah lagi lantaran mutasi. “Dimana hari nurani pimpinan HKBP,” jelasnya.

Ia juga menambahkan jemaat juga meminta adanya Audit pembangunan gedung Gereja HKPB Panjang, karena sampai saat ini tidak ada laporan pertanggungjawaban pembangunan yang diterima.

Besaran pagu anggaran pembangunan Rp.1, 02 miliar, namun pelaksanaannya sudah dikeluarkan Rp, 1,9 miliar hingga kini gereja itu tidak rampung.

Pemindahan Pendeta Marihut menurut Jemaat juga, karena ia menjalankan menjalankan aturan dan keuangan yang transparan, terhadap jemaat. “Padahal pembangunan sejak 2018, kami minta adanya audit,” paparnya.

Baca Juga:   Lampung Barat Terima Anugerah STBM Award

Praeses HKBP Lampung, Samuel Ch. Sitompul enggan diwawancarai usai mediasi terkait pertemuan dan permintaan dari jemaat HKBP Panjang.

Sementara, Majelis Pekerja Distrik HKBP Lampung Conrad Hutahahean mengatakan, pihaknya menerima dan menampung aspirasi para jemaat HKBP. “Aspirasi mereka bagus, untuk kebaikan gereja,” ujarnya.

Ia membantah mutasi pendeta dilakukan secara sepihak. Pemindahan menurutnya, kebijakan Ephorus HKBP pusat. Terkait soal pembangunan gereja ia enggan menanggapi. “Terkait pembangunan kita enggak bisa komentar,” pungkasnya. (gar/ang)




  • Bagikan