Jembatan Penyeberangan JTTS Menggala Nyaris Ambruk, WK Angkat Bicara


Lokasi longsoran tanah di dekat jembatan penyeberangan JTTS ruas Terpeka Talang Tembesu, Kecamatan Menggala, Tulangbawang. Foto M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id
Lokasi longsoran tanah di dekat jembatan penyeberangan JTTS ruas Terpeka Talang Tembesu, Kecamatan Menggala, Tulangbawang. Foto M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Jembatan penyeberangan yang melintas di atas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), Talang Tembesu, Kecamatan Menggala, Tulangbawang, diketahui nyaris ambruk.

Hal itu terjadi akibat kontruksi tanah di samping jembatan turun.





Berdasarkan pantauan Radarlampung.co.id di lokasi, badan jembatan pada sisi kiri nyaris ambles lantaran konstruksi tanah turun. Bahu jembatan juga terlihat retak sekitar enam meter.

Project Manager PT Waskita Karya Eko Suyono mengatakan, tebing dan jembatan tersebut kini dalam proses perbaikan.

Menurutnya, rencana perbaikan tersebut telah lama diagendakan. Namun PT Waskita Karya yang menjadi pengembang JTTS masih menunggu beberapa alat dan bahan kontruksi.

Eko menerangkan, setelah ditinjau oleh tim ahli kerusakan bermula dari longsoran tanah di samping jembatan. Akibat longsor tersebut badan jalan jembatan sedikit terbawa.

Dilanjutkannya, badan jalan yang terbawa longsoran sebenarnya kontruksinya di luar jembatan. Jembatan sendiri, lanjutnya, tidak mengalami masalah.

“Setelah kami tinjau, jadi tanah di samping jembatan sudah turun karena banyak terembes air. Sehingga membuat tanah lemah atau labil kemudian ujung jembatan terbawa,” kata Eko saat ditemui Radarlampung.co.id di lokasi jembatan, Senin (18/4).

Kedepan PT Waskita Karya akan melakukan dua perbaikan. Pertama yakni di bagian jembatan. Kemudian setelah itu perbaikan di bagian bawah di dekat ruas JTTS.

Penanganan longsoran bawah sendiri membutuhkan alat pancang.

Eko mengungkapkan, perbaikan bagian bawah sendiri terpaksa harus ditunda karena akan ada arus mudik.

Dia khawatir jika banyak alat berat di dekat ruas JTTS akan menggangu dan membahayakan pengguna jalan.

Pemancangan sendiri akan mulai dilakukan pada H+10 lebaran tahun 2022 pasca selesainya arus balik.

Untuk sementara pihaknya akan memperbaiki bagian tebing atas setelah terjadi longsor.

“Sekarang tebing yang longsor sudah dibongkar, tanah sudah digali dan kemudian ditimbun kembali dengan tanah baru,” ungkapnya didampingi Section Head JTTS Yos Agustino.

Saat ini tim pengembang JTTS mulai melakukan pemadatan tanah kembali pasca longsor.

Eko menargetkan perbaikan keseluruhan akan memakan waktu sekitar satu bulan. Dimulai pengerjaan pada H+10 lebaran.

“Kita akan lakukan perbaikan permanen,” tutupnya.

Berdasarkan pantauan Radarlampung.co.id di lokasi, satu unit alat berat disiagakan oleh PT Waskita Karya. Di lokasi juga terlihat terpal yang menutupi bagian tanah yang sempat longsor. (nal/sur)