Jika Ada Keluarga ODGJ, Segera Obati!

  • Bagikan
PK (25) yang diduga mengalami gangguan jiwa tega memenggal kepala sang ayah. FOTO DOK. WARGA

RADARLAMPUNG.CO.ID – Peristiwa pemenggalan kepala orang tuanya sendiri yang dilakukan Kukuh Priyo Waskito alias Jaya (25), warga Kampung Sendangrejo, Kecamatan Sendangagung, Lampung Tengah, harus menjadi pelajaran berharga bagi semua masyarakat. Hal ini diungkapkan Plt. Camat Sendangagung Ade Sujana.

Ade Sujana mengatakan peristiwa ini harus jadi pelajaran semua masyarakat. “Harus jadi pelajaran semua masyarakat. Terlebih lagi jika ada keluarganya yang mengalami gangguan jiwa atau ODGJ. Masih beruntung keluarganya sendiri yang jadi korban, bagaimana kalau orang lain. Malah tambah runyam. Pihak keluarga pelaku pasti yang dituntut,” katanya.


Ade mengatakan, dirinya mengimbau kepada masyarakat jika ada keluarganya yang mengalami gangguan jiwa agar segera diobati. “Kita imbau jika ada keluarganya yang dalam gangguan jiwa agar segera diobati. Jangan sampai meresahkan warga lain atau malah membuat celaka semua orang jika gejalanya kambuh,” ujarnya.

Dari informasi yang didapat dari warga dan aparatur Kampung Sendangrejo, kata Ade, tersangka Kukuh yang memenggal kepala ayahnya sendiri memang diketahui ODGJ.

“Katanya pelaku memang ODGJ. Penyakitnya kambuhan, kadang waras dan kadang mengamuk. Mungkin saat memenggal kepala ayahnya sedang tidak waras. Pelaku saat diamankan polisi juga ketawa-ketawa dan semua polisi disalami,” ucapnya.

Baca Juga:   Target Vaksinasi Lamteng 1,1 Juta Baru 259 Ribu Terpenuhi

Ditanya informasi kronologis kejadian sebenarnya, kata Ade, korban Slamet Riyanto (69) ini pulang dari kebun sedang makan di kursi dapur belakang rumah. “Korban sedang makan. Pelaku ini sedang mengasah golok. Setelah diasah, golok langsung dipakai menebas leher si bapak. Tapi pastinya belum tahu karena memang tidak ada saksi mata,” ungkapnya.

Sedangkan Kapolsek Kalirejo Iptu Eddi Suhendra menyatakan tersangka sudah dibawa ke RSJ Lampung. “Sudah kita bawa ke RSJ Lampung. Belum tahu hasilnya. Masih akan dilakukan observasi oleh pihak RSJ Lampung selama 14 hari. Korban juga sudah dimakamkan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro menyatakan hasil informasi sementara pelaku mengalami gangguan jiwa. “Informasinya mengalami gangguan jiwa. Tapi kita tidak begitu percaya begitu saja. Masih perlu observasi,” katanya.

Popon melanjutkan, sebelum kejadian sekitar pukul 14.00 WIB sang anak sempat berpamitan hendak memenggal kepala ayahnya. “Katanya sih sempat pamitan memenggal kepala ayahnya. Kepala sang ayah ditebas dari belakang hingga putus. Bahkan dicacak dan ditenteng-tenteng,” ujarnya.

Baca Juga:   Sapi Wagyu Juga Akan Dikembangkan di Lamteng

Selain itu, kata Popon, ada informasi tersangka ini takut disantet ayahnya. “infonya juga katanya takut ayahnya menyantet dirinya. Makanya sebelum disantet, mungkin duluan menghabisi orang tuanya. Tapi semua belum pasti karena tidak ada saksi mata yang menyaksikan pemenggalan,” ungkapnya.

Dari informasi yang diperoleh, korban dipenggal saat sedang duduk. Tersangka menenteng kepala orang tuanya sambil berbicara, “Bapak saya mati”.

Kronologis kejadian berdasarkan laporan polisi, sekitar pukul 12.30 WIB pelaku ke dapur menemui korban dan langsung meminta maaf. Pelaku langsung menebas leher korban dengan golok hingga putus. Kepala korban dipotong beberapa bagian dan dimasukkan ke dalam karung plastik putih. Kemudian dibawa keliling kampung menggunakan sepeda motor Honda Supra tanpa nomor polisi. Setelah tersangka diamankan di Mapolsek, pelaku diinterogasi membunuh takut disantet korban. Makanya mendahului membunuh korban. (sya/sur)




  • Bagikan