JPU KPK Tanyakan Soal Dana Taktis ke Rekan Mustafa

  • Bagikan
Sidang perkara fee proyek Lamteng menghadirkan tiga orang saksi. Salah satunya rekan Mustafa. Foto M. Tegar Mujahid/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Sidang lanjutan suap fee proyek mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa kembali bergulir, Kamis (25/2). Jaksa KPK menghadirkan tiga saksi yakni Paryono, Rizani Wijaya dan Daryus Hartawan. Paryono dan Rizani merupakan politisi Partai NasDem sementara Daryus merupakan Direktur CV Tetayan Konsultan.

Dalam kesaksiannya, Daryus mengaku telah kenal Mustafa sejak masa kuliah. Awalnya dirinya bertemu dengan Mustafa saat ia silahturahmi hendak mengucapkan selamat atas terpilihnya menjadi bupati.


Saat itu tak ada permintaan khusus dari Mustafa. Namun, setelah waktu cukup lama, Daryus dikontak ajudan Mustafa. Ia diminta datang untuk bertemu Mustafa. Saat itu, tidak ada perintah khusus dari Mustafa. “Dia hanya bilang coba cek kondisi jalan di Lamteng bagaimana,” bebernya.

Kepada Daryus, Jaksa KPK Taufiq Ibnugroho mempertanyakan prihal ijon proyek. Daryus mengaku mengetahui jika rekanan harus menyetor fee lebih dulu untuk dapat proyek. Hal itu, lanjutnya, diketahui dari Taufik Rahman mantan Kadis Bina Marga Lamteng dan jajaran. Besaran fee proyek itu kata Daryus sebesar 10 hingga 20 persen dari nilai proyek. “Uang itu pak Taufik bilang untuk keperluan operasional bupati,” jelasnya.

Baca Juga:   Aziz Syamsudin Dijemput Penyidik, Ini Kata Ketua KPK

JPU Taufiq mempertanyakan soal dana taktis untuk kepentingan Mustafa mencalonkan diri sebagai Gubernur Lampung. Terkait hal ini Daryus mengaku tak tahu. Namun, menurut JPU Taufiq, dalam BAP di penyidik nomor 8 Daryus mengetahui soal dana tersebut. “Saudara ke penyidik bilang tahu dana taktis. Dana dikumpulkan Bina Marga untuk kepentingan Mustafa sejak deklarasi sebagai calon gubernur,” kata Taufiq.

Daryus menurut JPU Taufiq, dipercaya untuk menyerahkan sejumlah uang ke Mustafa. Total sudah lima kali Daryus menyerahkan uang tersebut ke Mustafa sebanyak Rp8,9 miliar. Pertama, ia diminta oleh Taufik eks Kadis Bina Marga menyerahkan uang Rp400 juta ke Mustafa. Jaksa bertanya apakah uang itu dari ijon proyek. Daryus tak menjawab secara detail. “Mungkin,” jawabnya.

Baca Juga:   Polisi Periksa Kejiwaan Kakak Bunuh Adik

Sedangkan Rp400 juta sisanya ia diminta Taufik Rahman untuk menyerahkan ke Paryono. Ia juga pernah menyerahkan uang Rp2,3 miliar ke Mustafa periode sejak 2017 hingga 2018. Penyerahan dilakukan sebanyak dua kali. Pertama ia serahkan Rp1,5 miliar ke Mustafa melalui ajudannya, Erwin Mursalin. Kemudian sisanya Rp800 juta. Uang-uang itu ia terima dari Indra Erlangga PNS di Dinas Bina Marga dan Rizani. “Kemudian Indra pernah kasih Rp6 miliar. Masing-masing Rp3 miliar,” jelasnya.(nca/wdi)




  • Bagikan