JTTS Lampung Belum Akan Terapkan Bayar Tol Tanpa Berhenti

  • Bagikan
PT HK : Pengendara Lalai Nabrak Aset Tol Wajib Ganti Rugi
Petugas kepolisian saat memeriksa kendaraan yang keluar dari gerbang Tol ITERA Kotabaru, Bandarlampung, Diketahui Hutama Karya selaku pengelola ruas jalan tol trans Sumatera (JTTS) menetapkan penerapan tarif baru tol Bakauheni-Terbanggibesar pada 29 Agustus 2021. Foto dibidik belum lama ini. Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Pemerintah pusat tahun ini rencananya bakal menerapkan pembayaran tol tanpa berhenti atau disebut multi lane free flow (MLFF). Namun, rencana tersebut nampaknya belum akan diterapkan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Lampung.

Hal itu disampaikan Branch Manager PT Hutama Karya Cabang Bakauheni-Terbanggibesar (Bakter), Hanung Hanindito pada Minggu (2/1). “Belum ada informasi untuk penerapan MLFF tersebut,” ungkap Hanung.



Meski belum diterapkan, namun PT Hutama Karya selaku pengelola JTTS saat ini tengah berkerja sama dengan Polri untuk meletakkan kamera pembaca kecepatan kendaraan sebagai upaya mengurangi angka kecelakaan.

“Kami saat ini sedang bekerja sama dengan Polri untuk meletakkan kamera pembaca kecepatan kendaraan atau speed cam, untuk bisa mengurangi angka kecelakaan di tol. Sekaligus kami masang WIM (weight in motion) atau jembatan gantung kedua di Bakter sebagai upaya pencegahan kendaraan ODOL (over dimention over loading) masuk tol,” lanjutnya.

Seperti dikutip dalam laman Detik.com, pemerintah berencana menerapkan sistem bayar tol tanpa berhenti (MLFF) pada tahun depan.

Sistem MLFF memungkinkan transaksi pembayaran tol dilakukan saat kendaraan sedang melaju. Artinya, tidak ada lagi transaksi di pintu tol.

Ada tiga cara transaksi pada sistem multi lane free flow. Tiga cara tersebut antara lain Electronic on board unit (E-OBU), On board unit (OBU), dan electronic route ticket.

E-OBU direkomendasikan bagi yang memiliki smartphone dan jarang bertukar kendaraan dengan orang lain. Setiap kendaraan yang hendak memasuki jalan tol harus sudah terdaftar dalam sistem, baik data kendaraan maupun pengguna.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi MLFF yang bisa diunduh dari ponsel. Penggunanya bisa memilih metode pembayaran setelah melakukan registrasi.

Sistem itu nantinya bisa terintegerasi dengan berbagai pembayaran. Setelah melakukan registrasi pengguna dapat langsung menggunakan aplikasi E-OBU hanya dengan menekan tombol mulai.

E-OBU akan mengirim sinyal GPS ke MLFF pusat. GPS akan mendeteksi lokasi kendaraan, serta memotong saldo secara otomatis.

Cara kedua adalah menggunakan OBU. Metode OBU direkomendasikan untuk kendaraan yang sering digunakan dengan pengemudi yang berbeda.

Jika ingin menggunakan perangkat OBU, kamu bisa membeli OBU dan mendaftarkan kendaraan. OBU berfungsi dengan cara yang sama seperti E-OBU, yakni dengan mencatat penggunaan jalan tol berdasarkan GPS dan kamu akan membayar sesuai dengan tarifnya.

Cara pembayaran multi lane free flow ketiga adalah electronic route ticket. Cara ini direkomendasikan bagi mereka yang jarang bepergian menggunakan tol.

Setelah memilih titik masuk dan keluar, pengguna dapat membeli electronic route ticket sekali pakai di situs resmi atau aplikasi MLFF. (rma/net/sur)






  • Bagikan