Juli, KBM Tatap Muka Bisa Dilakukan Tanpa Izin Gugus Tugas Covid

  • Bagikan
Kabid SMK Disdikbud Lampung Zuraida Kherustika. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang bakal di gelar secara serentak pada Juli 2021 mendatang, bisa dilakukan sekolah tanpa perlu rekomendasi Gugus Tugas daerah.

Kabid SMK Disdikbud Lampung, Zuraida Kherustika mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil keputusan bersama lima menteri dalam kegiatan Pengumuman Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 yang digelar melalui aplikasi Zoom Meeting, Selasa (30/3).


Ke lima menteri tersebut diantaranya Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim; Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas; Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian; dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni Monardo.

Baca Juga:   Dosen FK Unila Gelar Promosi Kesehatan Berbasis Rumah Sakit untuk Tangkal Hoaks tentang Vaksinasi Covid-19

“Jadi hasil keputusan empat menteri itu masih sama, tapi yang Juli tahun ajaran baru tatap muka bisa dilakukan serentak tanpa izin dari gugus tugas. Kemudian sudah diinstruksikan mulai dibuka,” jelas Zuraida yang diwawancarai di Dinas Kominfo Provinsi Lampung.

Bahkan, mulai April ini PTM bisa dimulai. Hanya, Zuraida masih belum bisa menjelaskan bagaimana teknisnya dilapangan nanti. Hanya saja, persiapan yang dilakukan pihaknya tetap sama untuk menyelenggarakan PTM di sekolah dengan menerapkan prokes.

“Kalau kami Disdik masih mengacu pada SOP yang sudah diterbitkan Gubernur Lampung, Disdikbud sendiri dan sekolah kan juga punya SOP. Untuk yang (PTM) April soal syaratnya belum ya, karena ini baru selesai rapat, jadi belum bisa memastikan seperti apa pada April, Tapi saya melihat tadi seperti nya masih sama waktunya, dan tetap harus mengikuti prokes masih sama. Dan untuk vaksinasi memang saat ini awal dulu untuk guru, baru siswanya,” jelas Zuraida. (rma/wdi)




  • Bagikan