Jurnalis Harus Mampu Bangun Komunikasi Baik

  • Bagikan
Pakar komunikasi, Aqua Dwipayana. Foto screenshot pelaksanaan FJP GWPP Indonesia

RADARLAMPUNG.CO.ID-Bekerja sebagai jurnalis tidak hanya menghasilkan berita yang berkualitas. Namun juga dapat membangun komunikasi yang baik dengan para pembacanya.

Maka, seorang jurnalis harus membangun semangat diri untuk menjadi jurnalis yang berkualitas dan mencerdaskan. Hal itu diungkapkan oleh pakar komunikasi, Aqua Dwipayana dalam kegiatan Fellowship Jurnalis Pendidikan yang digelar Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) Indonesia, Selasa (8/6) melalui aplikasi Zoom Meeting.

“Dalam membangun komunikasi, yang perlu dilakukan jurnalis yang pertama ialah harus cerdas dalam membangun komunikasi baik internal maupun eksternal. Komunikasi internal ini diperlukan agar Proses penyampaian pesan antara sesama wartawan untuk kepentingan dan keberlangsungan pekerjaan melalui komunikasi vertikal dan horizontal di Lingkungan organisasi jurnalistik,” bebernya.

Baca Juga:   Unila-PT Gaido Kerjasama Cegah Pengangguran Terdidik

Selanjutnya, untuk komunikasi eksternal dibutuhkan agar komunikasi yang dibangun wartawan dengan khalayak di luar lingkup jurnalistik untuk menjaga hubungan dengan organisasi atau perusahaan lain serta menarik perhatian publik. Selain itu, jurnalis juga harus mampu untuk menyampaikan tulisan melalui pesan-pesan kearifan kepada masyarakat luas.

“Wartawan diminta untuk melakukan komunikasi dengan REACH plus AC untuk menjadi wartawan sejati. R itu respek untuk menghormati orang lain; E itu empati untuk selalu merasakan apa yang dirasakan orang lain, A itu audible atau dapat didengar dan dipahami dengan baik, C itu clarity untuk menggunakan kalimat sederhana secara terbuka, dan humble itu rendah hati dan tidak sombong,” tambahnya.

Dia menambahkan, seorang jurnalis harus menjadi seorang yang komunikatif mulai dari mengenali dengan siapa dulu bicara, tahu bagaimana cara menyampaikan pesan yang mudah dipahami, tidak cepat minder, selalu bersama perbanyak wawasan, kemampuan berbicara jelas dan to the poin, serta ramah murah senyum dan bijaksana.

Baca Juga:   Problematika PPDB : Kartu Keluarga Hingga Kuota Tidak Terisi

“Jangan lupa, sebagai wartawan, jangan lupakan 3K untuk menerapkan Sebagai wartawan profesional. Ke tiganya yaitu itu keahlian, kepercayaan, dan kesukaan. Sehingga masyarakat dapat mengetahui betul berita yang dihasilkan sebagai produk jurnalistik,” tandasnya. (rma



  • Bagikan