Kabar Baik ! 82 Manuskrip Sejarah Lampung Akan Dibuatkan Summary

  • Bagikan
Kepala Balai Litbang Agama Jakarta, Nurudin. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Sebanyak 82 manuskrip yang menjadi saksi sejarah Provinsi Lampung bakal dibuat summary oleh Balai Litbang Agama Jakarta. Kepala Balai Litbang Agama Jakarta, Nurudin mengatakan penerjemahan manuskrip di Lampung ini merupakan Program kolaboratif antara KL (kementerian lembaga) dan pemerintah daerah.

“Terkait naskah atau manuskrip Nusantara yang fokusnya di Lampung. Kami tidak bisa jalan sendiri, Karena misalnya di Lampung harus ada ahli bahasa Lampung, ahli bahasa untuk menerjemahkan naskah-naskah klasik ini. Kemudian ada museum yang mengkoleksi, meskipun jangkauan nya tidak hanya di museum. Tapi juga naskah banyak belum tergali yang ada di masyarakat,” jelas Nurudin, yang ditemui di Swissbell-Hotel pada kegiatan Pengembangan Penyusunan Monografi Naskah Lampung, Rabu (7/4).

Dengan harapan, Monografi Naskah ini bisa menjadi sumber belajar karena banyak anak-anak disekolah. Karena saat ini banyak yang tidak mengerti nilai-nilai asli Lampung. “Maka kami ingin menghadirkan itu. Jadi ada berapa banyak naskah yang bisa dilihat, kalau tulisan artikel biasa itu summary nya, nah kami sedang buat katalognya. Kemudian agar bisa dipakai peneliti kampus baik UNILA dan UIN,” tambahnya.

Baca Juga:   Sidak Pasar, BBPOM Masih Temukan Produk Tanpa Izin Edar

Dia melanjutkan, di Lampung sendiri memiliki 82 naskah manuskrip, 32 nya dari museum Lampung. Sementara sisanya masih berada di masyarakat. Dalam menerjemahkan manuskrip menjadi Monografi Naskah sendiri, Nurudin menyatakan prosesnya tidak lama. Dirinya menargetkan akan selesai pada empat bulan kedepan.

“Karena manuskrip berasal dari banyak kategori. Maka nantinya dalam isi katalog berisikan summary berdasarkan keagamaan, adat, politik, bisa di kategorikan. Dalam prosesnya nya dengan pengkajian dari balai bahasa dan kampus, museum termasuk kami ini ada peneliti lektur yang mengkaji naskah-naskah klasik,” jelasnya

Baca Juga:   Pamen dan Pama Polda Lampung Dimutasi, Ini Daftarnya

Dalam menerjemahkannya, satu manuskrip hanya 2-3 halaman. “Jadi semacam kalau kita masuk ke perpustakaan. Jika kita mau cari buku apa itu, Itu bisa dilihat summary nya, jadi belum mengkaji secara keseluruhan nya belum. Ini termasuk baru, agar Pemprov Lampung perhatian pada kebudayaan. Makanya kami senang antusiasnya,” tambahnya.

Pihaknya juga melibatkan Kantor Bahasa Lampung dan Unila, serta pemda. Pasca penelitian tahapannya pengembangan, jadi kalau penelitian itu prosesnya melakukan pendalaman pada isi naskah tadi kemudian dipaparkan hasilnya, dan dilakukan pengembangan sehingg bisa dijadikan sumber belajar.

Baca Juga:   Yuk Dicoba Bund, Resep Bubur Candil Ketan Hitam untuk Berbuka Puasa

Naskah ini tersebar di masyarakat, di museum dihimpun sudah dari 2018, 2019, karena naskah ini dimiliki masyarakat maka ini dibuatkan katalognya.

Ketua Tim Peneliti, Zulkarnain Yani mengatakan dari banyak yang ditemukan seperti mantra dan simbol-simbol hewan. “Kebanyakan juga mengenai agama, politik, Ekonomi, bahkan medis,” jelasnya.

Sementara di lapangan, pengumpulan manuskrip telah dilakukan sejak 2018, 2019 dan saat ini kembali di lanjutkan. Kemudian kebanyakan naskah yang di masyarakat ditemukan di Lampung Barat, dan Lampung Timur. Sementara Bandarlampung merupakan manuskrip dari Museum Lampung. “Jadi sebaran manuskrip ini banyak di Liwa, Lampung Barat dan Lampung Timur. Data ini dituliskan di lembaran kayu yang kalau kami prediksi beberapa ratus tahun lalu,” tambahnya. (rma/wdi)



  • Bagikan



Diduga Bunuh Diri, Pemuda Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta Lampung Barat Diguncang Gempa Tektonik Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan