Kadin Lampung dan Kadis Perhubungan Provinsi Bertemu, Bahas Status Bandara Raden Inten II

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kamar Dagang Dan Industri Provinsi Lampung (Kadin), mengadakan pertemuan dan silaturahmi dengan Kepala Dinas Perhubungan Lampung Qudrotul Ikhwan di kantor Kadin Lampung Jalan Wolter Monginsidi No25 Bandarlampung, Jumat (13/7).

Dalam konferensi pers Ketua Kadin Muhammad Kadafi menuturkan, dari dunia usaha tentunya menginginkan secepatnya peningkatan status dari Bandara Radin Inten menjadi Bandara Radin Internasional. Karna dengan dibukanya Bandara Internasional adalah indikator pertama dalam pergerakan pariwisata Bandarlampung.

“Dan ini akan menggerakan dunia-dunia usaha yang turunan dari dunia usaha dan itu yang diharapkan. Dan ekonomi kreatif akan bergerak dengan adanya sektor pariwisata, dan diharapkan nantinya bisa mendorong perekonomian Lampung,” ujarnya.

Dengan adanya kordinasi hari ini, kita akan berbagi info mengenai permasalahan-permasalahan, kendala yang selama ini ada dan mudah-mudahan nantinya kita bisa membuka menemukan solusinya Bandara ini bisa cepat dibuka.

Baca Juga:   Satlantas Kembali Gelar Pemberian Vaksin Gratis

“Efek dari Bandara ini sangat besar sekali melihat dari turunan usaha pariwisata, ekonomi kreatif itu banyak sekali ada kuliner dan pakaian, serta pakaian tradisional yang cukup beragam,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Lampung Qudrotul Ikhwan mengatakan, pihaknya sudah cukup lama memperjuangkan status Bandara. “Secara teknis saya rasa sudah cukup terpenuhi untuk meningkatkan status tersebut,” jelasnya.

Bahkan ketika mereka rapat terakhir di dinas pusat melibatkan Kementerian Kesehatan. Dari rapat terakhir tersebut bisa dibilang sudah tidak ada lagi yang tidak setuju, semua setuju.

“Kendalanya hanya ada di SK, untuk mendorong SK ini kita butuh dukungan semua pihak. Jika kemarin kami sudah ke ASITA, dan hari ini kami ke Kadin. Karna Kadin ini memayungi semua dunia usaha disamping meminta dukungan dari Kadin, kami juga meminta Kadin untuk mempersiapkan diri jika Bandara menjadi Bandara Internasional nantinya, khususnya untuk dunia pariwisata,” terangnya.

Baca Juga:   Nasib Alumni SMP IT MJ Kian Rumit

Hasil dari rapat kordinasi kami didinas pusat, hanya tinggal 1 yang belum terpenuhi yaitu, Ai scen. “Dalam waktu 2 sampai 3 bulan dana sudah siap, sudah disiapkan oleh Gubernur hanya tinggal pengadaannya saja, jangan sampai pengadaan alat tersebut yang sudah memakan dana 16 miliar lebih itu sampai tidak terpakai,” tegasnya.

Selain meminta dukungan yang kongkrit dalam waktu dekat ini, dukungan tertulis secara inpropisasinya ke pusat. “Karna diketahui Kadin banyak ilmunya, jika banyak orang bila tidak mungkin di Kandin akan mungkin,” pungkasnya. (hen/ang)




  • Bagikan