Kadisdikbud Lamteng Sentil Kepsek terkait Penggunaan Dana BOS


RADARLAMPUNG.CO.ID – Keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Tengah menggelar halalbihalal di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak. Halal bihalal diikuti kepala SD dan SMP di Lamteng.

Kadisdikbud Lamteng Syarif Kusen menyampaikan kebijakan-kebijakan yang perlu dilakukan untuk kemajuan dunia pendidikan.





“Dalam waktu dekat akan dilakukan pemerataan guru. Ada sekolah yang guru PNS-nya tiga orang, honorernya tujuh orang. Supaya kinerjanya efektif, para guru akan didekatkan dari rumah dengan lokasi bertugas,” katanya.

Kusen menjelaskan, dana BOS dipergunakan untuk honor sebesar 50 persen. “Insentif guru honorer dari dana BOS. Bila perlu insentif untuk guru honorer ditambah Rp200.000,” ujarnya.

Kusen juga menyentil banyak temuan BPK RI terkait penggunaan dana BOS. “Banyak temuan BPK dalam penggunaan dana BOS. Bapak-ibu yang membelanjakan dan mempertanggungjawabkan, Disdikbud yang kewalahan,” ucapnya.

“Banyak hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ada pajaknya yang tidak dibayar dll. Karena itu, pengawasan melekat akan dimaksimalkan lagi. Terutama dalam pendampingan penggunaan dana BOS agar tidak ada lagi temuan BPK,” ungkapnya. (sya/sur)