Kak Seto Berencana Bawa Korban Inses di Pringsewu ke Jakarta

  • Bagikan
Kak Seto melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Fauzi bersama Kepala Dinas Sosial Bambang Suharmanu, Kepala Dinas P3AP2KB Nazri, dan Kabag Humas Ibnu Harjianto. Ia juga mengunjungi AG (18), warga Sukoharjo yang menjadi korban inses. FOTO AGUS SUWIGNYO/RADARLAMPUNG.CO.ID  
Kak Seto melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Fauzi bersama Kepala Dinas Sosial Bambang Suharmanu, Kepala Dinas P3AP2KB Nazri, dan Kabag Humas Ibnu Harjianto. Ia juga mengunjungi AG (18), warga Sukoharjo yang menjadi korban inses. FOTO AGUS SUWIGNYO/RADARLAMPUNG.CO.ID  

radarlampung.co.id – Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak akan menyediakan tempat di Jakarta untuk AG (18), gadis asal Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu yang menjadi korban kebiadaban ayah, kakak dan adik kandungnya.

Ketua Komnas Anak Dr. Seto Mulyadi mengatakan jika memang diperlukan, AG akan dibawa ke Jakarta. ”Namun ini tergantung kesiapan si anak, termasuk Pemkab Pringsewu dan Polres Tanggamus,” kata Seto Mulyadi saat datang ke Pringsewu, Kamis (28/2).

Ia datang untuk melihat kondisi AG. “Tadi, dari pertemuan dengan korban, kondisinya mulai membaik. Secara psikologis tenang. Bahkan ada secercah kecerdasan yang dimiliki. Suaranya juga bagus,” sebut Kak Seto—sapaan akrab Seto Mulyadi.

Sementara, kunjungan Kak Seto diterima Wakil Bupati Fauzi bersama Kepala Dinas Sosial Bambang Suharmanu, Kepala Dinas P3AP2KB Nazri, dan Kabag Humas Ibnu Harjianto.

Baca Juga:   Kejari Lamsel Cek RSUD Bob Bazar, Tiga Obat Covid-19 Langka

Fauzi menyambut baik perhatian Kak Seto dan lembaganya. “Terungkapnya kejadian ini berkat kepedulian masyarakat. Perhatian pada korban diperlukan, termasuk tersangka, sekaligus juga korban yang masih anak-anak,” kata Fauzi.

Untuk tawaran Komnas Perlindungan Anak membawa AG ke Jakarta, Fauzi mengatakan ini harus dikoordinasikan dengan Polres Tanggamus. Sebab saat ini proses hokum masih berlangsung.

Diketahui, AG diintimi JM (44), ayah kandungnya. Gadis yang tinggal di Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu itu juga menjadi korban kebiadaban SA (23) kakaknya serta Ya (15), adiknya.

Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas melalui Kanit PPA Ipda Primadona Laila mengatakan, AG merupakan gadis yang memiliki keterbelakangan mental. Ini juga yang menyebabkan  ketiga pelaku lebih leluasa menyetubuhinya.

Baca Juga:   Ratusan Nakes di Lambar Terkonfirmasi Covid-19

”Peristiwa itu terjadi setelah istri JM meninggal 2018 lalu,” kata Primadona Laila. (sag/ais)

 




  • Bagikan