Kakanwil Kemenkumham Siap Hadir, Lembaga Bentuk Tim Pemeriksa

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kasus pengusutan narkoba di Lapas terus bergulir. Kakanwil Kemenkumham Lampung Bambang Haryono siap menerima panggilan sebagai saksi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung. Sementara secara kelembagaan, Kanwil Kemenkumham akan membentuk tim pemeriksa.

Kepala Sub Bagian Umum dan Humas Kanwil Kemenkumham Lampung Erwin Setiawan mengatakan, Kakanwil Kemenkumham siap hadir.

“Sepertinya saya sudah pernah sampaikan, bahwa beliau sebagai warga negara yang baik akan siap selalu diminta keterangan sebagai saksi,” ujar Erwin kepada radarlampung.co.id, Kamis (24/5).

Sementara itu, terkait soal Kalapas II A Kalianda non aktif Muchlis Adjie yang resmi ditahan, Erwin mengungkapkan, saat ini belum bisa memberikan penindakan tegas atau sanksi dari instansi kepada yang bersangkutan.

Baca Juga:   Warga Temukan Bayi Laki-laki di Tepi Jembatan

“Kami ada Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 23 tahun 2013 tentang tata cara penjatuhan hukuman dan sanksi andministratif di lingkungan Kemenkumham pegawai negeri sipil. Jadi kami terlebih dahulu akan membentuk tim pemeriksa,” terangnya.

Namun, lanjut Erwin, untuk membentuk tim untuk memeriksa Muchlis, pihaknya masih menunggu tim dari BNNP Lampung.

“Jika sudah diputuskan, baru kami bentuk tim dan kami usulkan juga hukuman seperti apa yang kami berikan nanti. Soal sanksi berat nanti kami lihat dulu hasil tuntutannya sampai mana. Tapi, bisa jadi sanksi berat, namun dilihat dulu tim pemeriksanga,” kata dia.

Dia menambahkan, dengan adanya penemuan penggunaan handphone di dalam Lapas hingga transaksi narkoba, pihaknya kedepannya akan menggerakan tim Kamtib.

Baca Juga:   Dear Camat se-Tubaba, Siap-Siap Dapat Pelimpahan Wewenang Ini Dari Bupati

“Kami akan lakukan razia secara sidak di Lapas tentang handphone dan tes urine terhadap napi. Ini merupakan bentuk yang konkrit tindakan kami terkait peredaran narkoba,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menolak penangguhan penahanan tersangka Kalapas Kelas II A Kalianda non aktif Muchlis Adjie, yang diajukan Kantor Wilayah Kemenkumham Lampung. (ndi/gus)




  • Bagikan