Kakek 65 Tahun Tewas Tergantung, Kapolres Lamsel : Tak Ada Tanda Kekerasan

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

radarlampung.co.id – Warga Dusun I desa Sumur Kumbang Kalianda Lampung Selatan (Lamsel) dihebohkan penemuan jenazah bernama Masri alias Aki (65) warga Desa Rejo mulyo dusun IV kecamatan Palas Lampung Selatan. Korban yang bekerja sebagai buruh upahan tersebut tinggal dan menetap dirumah warga bernama Kamsin.

Kapolres Lamsel, AKBP Syarhan mengatakan, peristiwa penemuan mayat tersebut, kali pertama ditemukan oleh Kamsin selaku pemilik rumah sekitar pukul 06.00WIB, Jumat (1/11)

Kala itu, Kamsin yang baru bangun tidur dan keluar kamar, melihat korban dalam keadaan menggantung dengan posisi setengah jongkok dan kaki menekuk ke belakang dengan lutut menempel pada lantai di pintu/gerbang ruang tengah.

“Saksi melihat tali tambang yang mengikat di leher, bagian atas tali terikat pada palang atas pintu dalam keadaan korban sudah tidak bernyawa,” ungkap Syarhan.

Baca Juga:   Tok! Advokat David Sihombing dan Kliennya Divonis 2,5 Tahun Penjara

Melihat kejadian itu, sambung Syarhan, Kamsin langsung memberitahu ketua RT (saksi Saman) yang selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Kades Sumur Kumbang dan menghubungi Polsek Kalianda Polres Lamsel.

“Anggota kami langsung ke lo kasi untuk olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mengamankan beberapa barang bukti seperti Tali tambang warna coklat, Kain ikat warna hitam, Baju kaos warna putih, celana bahan setengah tiang warna coklat muda dan Celana dalam warna coklat tua,” bebernya.

Setelah barang bukti berhasil diamankan, aparat menghubungi pihak medis untuk dibawa ke RSUD Bob Bazar dan meminta keterangan beberapa saksi. Dari hasil penyelidikan sementara, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Baca Juga:   Ingin Follower Bertambah, Motif Oknum Guru Sebar Hoaks Video Kerusuhan Metro

“Secara kasat mata, terlihat mulut korban menganga dengan air liur menetes dan ditemukan bercak sperma pada celana dalam yang tembus terlihat di celana bagian luar,” ujarnya.

Menurut Syarhan, korban tinggal dirumah Kamsin sudah sekitar 6 bulan yang lalu. Beberapa hari yang lalu, korban sempat pulang kerumahnya di daerah Palas. Namun, dikarenakan korban bekerja sebagai buruh upahan, sekitar hari rabu (30/10), korban kembali kerumah Kamsin.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan warga sekitar yang mengenal korban, bahwa korban ini termasuk memiliki sifat tertutup dan tidak banyak bicara,” pungkasnya. (yud/wdi)




  • Bagikan