Kalah, Petinju Lampung Dapat Perak

  • Bagikan
Nabila Maharani (merah) saat tampil di semifinal tinju PON XX Papua. Foto Rizky Panchanov/Radarlampung.co.id
Nabila Maharani (merah) saat tampil di semifinal tinju PON XX Papua. Foto Rizky Panchanov/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Petinju Lampung, Nabila Maharani yang turun di kelas 45-48 kilogram (Kg) harus puas dengan medali perak di tangan. Nabila di partai final yang digelar di GOR Cendrawasih, Kota Jayapura, Papua, Rabu (13/10) itu, kalah dengan Endang, petinju Nusa Tenggara Barat (NTB).

Nabila harus mengakui keunggulan Endang di tiga ronde.


Usai pertandingan, Nabila tidak kuasa menahan kesedihannya. Wanita berambut pendek ini terus saja menangis, meski telah keluar dari ring.

Ditemui setelah pertandingan, Piter S Hary menjelaskan dirinya yakin harusnya banyak menang angka.

“Lawan itu banyak melakukan pelanggaran, kami berupaya menyerang. Tapi lawan ketika kita serang dia berupaya memeluk dan membanting sehingga kami juga dapat warning tadi,” ujarnya.

Menurutnya Piter, ia kecewa dengan keputusan wasit. “Kami kecewa karena kenapa justru wasit memberikan nilai kepada petinju yang banyak melakukan pelanggaran, bukan ke petinju yang bersih,” ungkapnya.

Heris Meyusef Plt. Ketua Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Lampung mengatakan, meski Nabila hanya mendapatkan medali perak, namun itu sudah pencapaian maksimal.

“Kita (cabor tinju) terakhir tampil di PON Kalimantan Timur tahun 2008 dan mendapatkan perak. Setelah itu kita absen di PON Riau dan PON di Jawa Barat. Kita tampil lagi baru sekarang,” ungkapnya saat mendampingi tim tinju Lampung di PON.

Heris menyampaikan kabar baik, PB Pertina mengundang Nabila untuk ikut dalam kejuaraan tinju yang diselenggarakan di Tajikistan.

“Tadi PB Pertina menemui kami dan minta Nabila untuk ikut kejuaraan di Tajikistan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Nabila lolos ke final setelah mengalahkan petinju asal Jawa Barat di semifinal. (nca/sur)




  • Bagikan