Kalapas Kalianda Dijerat Pasal TPPU

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung masih mendalami dugaan aliran dana gelap peredaran narkoba yang diduga mengalir ke rekening tersangka Kalapas II A Kalianda Lampung Selatan non aktif Muchlis Adjie.

Kepala BNNP Lampung, Brigjen Tagam Sinaga mengatakan, saat ini status Muchlis Adjie sebagai tersangka dengan masa penangkapan selama 3×24 jam.

“Kalapas telah kami tentukan sebagai tersangka. Tapi, nanti Kamis sudah dapat ditentukan dia ditahan atau tidak,” ujarnya, Selasa, (22/5).

Menurutnya, naiknya status tersangka dikarenakan adanya dugaan keterlibatan aliran dana gelap peredaran narkoba di dalam Lapas.

“Setelah kami lakukan penggeledahan di rumah dinasnya beberapa waktu lalu ditemukan rekening pribadinya. Mengenai kasus dan penetapannya sebagai tersangka, karena ada dugaan aliran dana yang ditemukan di salah satu rekening bank miliknya,” jelasnya.

Baca Juga:   Polresta Pantau Ketersediaan Obat-obatan dan Multivitamin Penderita Covid-19

Dia menambahkan, tersangka akan dijerat dengan pasal 137 Undang-undang Narkotika tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan rencananya pihaknya pun akan lakukan pemanggilan terhadap Kakanwil.

“Tersangka kami jerat pasal TPPU dan kemungkinan minggu depan kami akan lakukan pemanggilan terhadap Kakanwil tapi sebagai saksi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, BNNP Lampung menetapkan Kalapas Kelas II A Kalianda Lampung Selatan non aktif Muchlis Adjie sebagai tersangka terkait perkara aliran dana. Hal itu diungkapkan, Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga.

“Sudah ada peningkatan dan telah ditetapkan sebagai tersangka, dia ditetapkan sebagai tersangka karena ada aliran dana. Tapi untuk kesalahan lainnya nanti biar pengadilan saja,” ujarnya kepada radarlampung.co.id, saat ditemui di kantor BNNP Lampung, Senin, (21/5). (ndi/ang)




  • Bagikan