Kalau Sudah Diperbaiki, Semoga Jalur Kelumbayan Tidak Amblas Lagi

  • Bagikan
Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus terancam terisolir. Badan jalan penghubung antarkecamatan nyaris ambrol seluruhnya.  FOTO DOKUMEN DPRD TANGGAMUS
Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus terancam terisolir. Badan jalan penghubung antarkecamatan nyaris ambrol seluruhnya.  FOTO DOKUMEN DPRD TANGGAMUS

radarlampung.co.id – Dialokasikannya anggaran sebesar Rp1 miliar untuk penanganan jalan ambrol di Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus mendapat apresiasi dari masyarakat. Terlebih jalur tersebut merupakan satu-satunya akses yang menjadi penghubung antarkecamatan.

Riduan, salah seorang warga Kelumbayan mengatakan, jalan yang ambrol itu digunakan untuk membawa logistik dan bahan pokok.


”Kalau jalan itu longsor dan terputus, maka bahan pokok seperti beras, minyak, gula dan lainnya tidak bisa dibawa ke Kelumbayan melalui darat,” kata Riduan saat ditemui Radarlampung.co.id di pelabuhan pesisir Teluk Semaka Kotaagung, Rabu (20/3).

Karena itu, ia berterima kasih Pemkab Tanggamus merespon positif rencana perbaikan yang akan dilakukan Dinas PUPR tahun ini.

”Kami berharap pembangunan kembali jalur tersebut dilakukan dengan cermat supaya jalan tidak kembali amblas,” tegasnya.

Diketahui, Kecamatan Kelumbayan terancam terisolir. Ini menyusul nyaris putusnya satu-satunya jalan penghubung di kecamatan tersebut.

Badan jalan penghubung antarkecamatan yang nyaris putus berada di Pekon Sidoharjo, Pedukuhan Sukajaya, Kecamatan Kelumbayan Barat.

Wakil Ketua DPRD Tanggamus Rusli Shoheh mengatakan, jalur tersebut merupakan satu-satunya akses jika hendak menuju Kecamatan Kelumbayan Induk. ”Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan badan jalan akan benar-benar ambrol,” kata Rusli.

Terkait hal ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tanggamus akan memperbaiki jalan antarkecamatan di Kelumbayan tahun ini. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp1 miliar.

Sekretaris Dinas PUPR Tanggamus Okta Rizal mengatakan, penanganan ruas jalan yang ambrol itu masih dikaji. “Apakah dengan talud atau beronjong,” kata Okta kepada Radarlampung.co.id, Selasa (19/3). (ehl/ais)

 

 

 




  • Bagikan