Kali Wayawi Surut, Sampah Menumpuk, Warga Waswas

  • Bagikan
Kondisi Kali Wayawi yang dipenuhi sampah lantaran sungai mengalami kekeringan, Rabu (13/11). Foto Aprohan Saputra/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Warga Gang Al-Iman I, RT 01 Lk. III Jagabaya II, Wayhalim, Kota Bandarlampung, mengeluhkan tumpukan sampah di Kali Wayawi. Ada kekhawatiran hal ini berdampak pada kesehatan dan memicu penyakit Demam Berdarah.

Legianto (45), warga sekitar mengatakan bahwa sampah yang berada di Kali Wayawi terlihat menumpuk karena airnya mengering dan menjadi tempat sarang nyamuk. Selain itu, warga mengeluh bau tak sedap menyengat telah mencemari udara sekitar.

“Selain bau, warga juga resah nyamuknya makin banyak. Apalagi malam hari nyamuknya banyak sekali, nggak tahan dengan nyamuk ini. Takutnya kena demam berdarah,” kata Legianto ditemui di kediamannya, Rabu (13/11).

Menurutnya, sampah yang menumpuk di kali tersebut merupakan sampah warga lingkungan sekitar. Namun, sebagian besar berasal dari sampah kiriman dari Kali Raman

“Ini sampah kiriman dari kampung sebelah juga, karena sering ada yang buang ke kali, warga disini jadi ikut buang di kali juga sambil lewat lempar,” ujarnya.

Sebelumnya, katanya, pembersihan di sepanjang kali tersebut pernah diadakan, sehingga tidak terlihat separah seperti sekarang ini. “Kalau sebelum dua bulan lalu, sampah yang numpuk lebih parah dari ini, sekarang sudah numpuk lagi sampahnya,” ujarnya.

Untuk itu, Legianto berharap ada solusi dari pemerintah untuk membantu menangani sampah di sepanjang sungai. Lantaran dapat menjadi sumber penyakit yang membahayakan warga sekitar.

Di sisi lain, Kepala Lingkungan (Kaling) lll Setya Suwarji mengaku, tumpukan sampah di Kali Wayawi memang menjadi persoalan pelik pada musim kemarau sejak dari dulu. “Kalau kemarau sampah menumpuk seperti ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, upaya dalam menangani sampah sudah dilakukan dengan merekrut Sokli dan memberikan imbauan kepada warga sekitar untuk tidak buang sampah sembarangan.

“Sampah-sampah di sini 80 persen diangkut dengan jasa sokli. Warga bayar Rp10 ribu per bulan. Sedangkan sampah yang menumpuk di sungai ini kiriman dari atas kali tersebut,” jelasnya.

Diketahui, bahwa Kali Wayawi berbatasan langsung atara pemukiman Al-Iman I, Kelurahan Jagabaya II dan pemukiman padat penduduk Jalan Nirwana, Kelurahan Sawahberebes, Tanjungkarang Timur. Dari pantauan, selain tumpukan sampah, tumpukan tinja terlihat tak terurai karena air tidak mengalir. (apr/kyd)


Baca Juga:   Bandarlampung Pertahankan Penghargaan KLA Kategori Madya


  • Bagikan