Kamis (26/11), Kasus Covid-19 Lampung Bertambah 102 Kasus

  • Bagikan
ILUSTRASI ENGINEERING.TAMU.EDU

RADARLAMPUNG.CO.ID-Jumlah penambahan kasus harian covid 19 di provinsi Lampung pada Kamis (26/11) bertambah 102 kasus. Total kasus kini 3435 kasus. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Reihana mengatakan penambahan kasus ini paling banyak dari Bandarlampung dan Lampung Tengah. “Untuk penambahan kasus dari Pringsewu dua orang, Bandarlampung 36 orang, Lampung Tengah 49 orang,” jelas Reihana Kamis (26/11).

Kemudian Tanggamus 3 orang, Lampung Utara 4 orang, Metro 2 orang dan Lampung Timur 6 orang. Dari jumlah ini, kasus baru sebanyak 39 kasus, dan hasil tracing 63 orang. Sementara yang dirawat 15 orang dan yang sedang isolasi mandiri sebanyak 87 orang. “Ada juga yang selesai isolasi sebanyak 16 orang, yaitu dari Tanggamus 8 orang, Pesawaran 4 orang, Metro 3 orang, dan Pringsewu 1 orang. Namun pasien meninggal juga bertambah 5 orang. Sehingga total kasus meninggal kini 166 orang,” tambahnya.


Untuk pasien meninggal berasal dari Pringsewu 1 orang dan Bandarlampung 4 orang. Pasien 3335 perempuan 60 tahun dari Pringsewu, pada 24 November pasien berobat ke rumah sakit di Pringsewu. pasien mengeluhkan penurunan kesadaran dan sesak selanjutnya pasien dilakukan rapid test dengan hasil reaktif.

Baca Juga:   Transfer Dana Desa ke Lampung 2022 Turun Rp114,33 Miliar, Berikut Ini Rincian per Daerah

Dan pada 25 November pasien dinyatakan terkonfirmasi covid-19. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan luar daerah dan anak yang bersangkutan sering melaksanakan perjalanan pulang pergi Jakarta Pringsewu. Kemudian pada 25 November dilakukan swab dan terkonfirmasi covid-19. namun pada pukul 13. 25 WIB pasien mengalami penurunan kondisi dan 23.00 WIB pasien yang telah meninggal dunia.

Pasien 3336 laki-laki 45 tahun dari Bandarlampung, pada 11 November pasien dibawa ke rumah sakit rasa dengan lambung dengan keluhan lemas, demam, sesak, mual diare dengan memiliki riwayat penyakit diabetes melitus. Pasien kemudian melakukan rapid test dengan hasil reaktif. “Fashion kemudian diambil swab, namun hasilnya belum keluar pasien mengalami kondisi yang memburuk pada 17 November dan pasien dinyatakan meninggal dunia pada pukul 07.00 WIB. Hasil diagnosa dokter pasien mengarah ke covid-19. Hasil hasil swab keluar pada tanggal 24 November dan pasien ter konfirmasi covid-19,” tambahnya.

Pasien 3337 laki-laki 68 tahun, ada 15 November mengeluh mengalami lemas dan sesak. Per 16 November dibawa ke rumah sakit dan lakukan rapid tas dengan hasil reaktif. pada 17 November kondisi pasien menurun dan pada pukul 7.30 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia. Hasil swab pasien terkonfirmasi covid-19.

Baca Juga:   Tertimpa Tembok Pagar, Satu Pekerja Tewas, Satu Luka-luka

Pasien 3338 perempuan 69 tahun dari Bandarlampung. Pasien pada 18 November mengeluh lemasndan sesak. Pada 22 November dibawa ke rumah sakit dan dilakukan rapid tes dengan hasil reaktif. Pasien kemudian diambil swabnya dan terkonfirmasi Covid-19.

“Namun pada 24 November pukul 07.20 WIB kondisi pasien memburuk dan pukul 07.30 WIB pasoen dinyatakan meninggal dunia. Kemudian pasien 3339 perempuan 67 tahun dari Bandarlampung, pada 12 November pasien dibawa ke rumah sakit dengan keluhan lemas dan sesak. Pasien memiliki riwayat penyakit diabetes militus dan hipertensi serta hasil Rontgen pneumonia,” tambahnya.

Kemudian dilakukan rapid tes dengan hasil reaktif dan diambil swab nya. Namun oada 21 November pukul 09.50 WIB kondisi pasien menurun, pukul 10.30 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia. hasil swab pasien baru keluar pada 24 November, bahwa pasien terkonfirmasi Covid-19. Seluruh jenazah dilakukan pemulasaran jenazah dengan protokol Covid-19. (rma/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan