Kapal Isoter dan RS Darurat Mulai Digunakan Pasien Covid-19

  • Bagikan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat meninjau Kapal Isolasi Apung, di IPC Panjang, Kamis (19/8). Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kapal Isolasi Apung yang menjadi lokasi isolasi terpusat (isoter) di Lampung dan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Provinsi Lampung yang berlokasi di Gedung Multazam Asrama Haji Rajabasa, mulai menerima pasien Covid-19. Kabar ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Reihana pada Minggu (29/8) melalui pesan WhatsApp-nya.

“Iya sudah digunakan,” ungkap Reihana.


Plt. Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) I Panjang Hendri Ginting menambahkan, sebanyak enam pasien tanpa gejala dirawat di KM Lawit, kapal isolasi apung di Dermaga C Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.

“Iya benar, saat ini kapal isolasi apung sudah merawat enam pasien tanpa gejala,” terang Hendri.

Menurut Hendri, usia pasien yang masuk sekitar 25 tahun. Sayangnya Hendri mengaku tak mengetahui pasien berasal dari kabupaten/kota di Lampung.

Baca Juga:   Pemkot Tutup Seluruh Gerai Bakso Son Haji Sony

“Kami hanya mendata saja. Kalau daerah kami kurang tahu ya, mungkin teman-teman nakes yang merekap,” tambahnya.

Sementara, berdasarkan pantauan pada RS darurat Provinsi Lampung, rumah sakit ekstensi dengan RS Pertamina Bintang Amin tersebut telah merawat tiga pasien. “Iya, sudah ada tiga pasien sejak buka kemarin,” ujar salah seorang petugas keamanan RS Darurat Covid-19 Provinsi Lampung belum lama. (rma/sur)




  • Bagikan