Karang Taruna Dituntut Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

  • Bagikan
Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Pepen Nazarudin saat menampaikan sambutan Menteri Sosial (Mensos) di acara BBKT tingkan Nasional di Gedung Sumpah Pemuda, PKOR, Wayhalim, Bandarlampung, Sabtu (26/1). Foto Prima Imansyah/radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Karang Taruna memiliki peran strategis dalam berbagai kehidupan masyarakat. Dukungan semua pihak diperlukan dalam pemberdayaan Karang Taruna sehingga siap menghadapi tantangan bangsa di era revolusi industri 4.0.

Untuk itu, Menteri Sosial (Mensos) Agung Gumiwang Kartasasmita menilai, Karang Taruna dapat melahirkan wirausahawan muda, membangun dan mengembangkan Usaha Ekonomi Produktif di berbagai bidang dengan menerapkan teknologi digital, dan membuka lapangan kerja baru baik bagi anggota Karang Taruna maupun masyarakat luas.

“Karang Taruna harus mempersiapkan diri menghadapi era serba digitial ini. Karena anggota Karang Taruna pada dasarnya adalah generasi milenial dengan rentang usia 13-45 tahun,” kata Mensos yang diwakili Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Pepen Nazarudin pada acara Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) tingkat Nasional di Gedung Sumpah Pemuda, PKOR, Wayhalim, Bandarlampung, Sabtu (26/1)

Baca Juga:   Polda Lampung Bongkar Jaringan Narkoba Antar Provinsi, Satu Mahasiswa Diamankan

Menurutnya, revolusi industri 4.0 ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi, dan batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen. Ia yakin, Karang Taruna bisa memainkan perannya dalam era digital saat ini.

“Karang Taruna  bisa berperan sebagai salah satu agen, kekuatan mental dan sosial kontrol dalam melaksanakan dan menghadapi revolusi  industri 4.0,” ujarnya.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi pada  revolusi industri 4.0, Mensos juga berharap Karang Taruna menjadi organisasi yang mampu menjawab segala perubahan.

“Bahkan Karang Taruna harus bersiap menyongsong Revolusi Industri 5.0 pada tahun 2025. Sehingga peran Karang Taruna sebagai mitra pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial dapat diwujudkan secara nyata,” ucapnya.

“Bulan Bhakti Karang Taruna merupakan wujud dan bukti kepedulian Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan di daerah masing-masing di seluruh Indonesia,”ucapnya.

Baca Juga:   Soal UKT, Unila Akui Ada Kesalahpahaman Informasi

Mensos berharap, melalui BBKT Tingkat Nasional akan muncul sebuah komitmen bersama memberikan yang terbaik bagi pemberdayaan Karang Taruna di desa/kelurahan dan komitmen Karang Taruna untuk lebih mampu berperan aktif dalam melakukan penyelenggaraan kesejahteraan sosial di masyarakat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Sosial juga menyerahkan bantuan kepada pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung untuk usaha ekonomi produktif dan paket sembako untuk masyarakat miskin dengan nilai total Rp 100 juta.

BBKT diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Karang Taruna, yang jatuh setiap 26 September. Sejumlah kegiatan dilakukan terkait BBKT, yakni kegiatan pengabdian dan pelayanan langsung kepada masyarakat baik berupa bantuan kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) terutama di tingkat desa/kelurahan.(pip/kyd)




  • Bagikan