Karo Perekonomian Setprov Lampung : Stok Cabai Merah dan Bawang Merah Hanya untuk Sebulan

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Jelang masuk bulan Ramadan dan menghadapi Lebaran yang jatuh pada 1442 H pada Bulan Mei mendatang. Pemprov Lampung melakukan rakor guna mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok.

Rapat yang dipimpin Karo Perekonomian Setda Provinsi Lampung Elvira Umihanni ini diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Elvira mengatakan mengantisipasi sejumlah komoditi pangan menjelang masuknya bulan Ramadan.


“Stok bahan pokok kita sejauh ini aman, hanya ada beberapa komoditi kita merupakan penghasil pangan strategis. Kecuali bawang merah dan cabai merah yang stoknya ada hanya untuk satu bulan kedepan untuk saat ini,” jelas Elvira Selasa (23/3).

Namun, Pemprov Lampung langsung mengantisipasi dengan memenuhi kebutuhannya dari luar daerah. Hal ini juga akan dilakukan dengan mengajak distributor untuk segera mencari kebutuhan stok dari daerah lainnya.

Meskipun, ada informasi yang didapat bahwa Lampung akan segera panen cabai merah dengan luasan 145 hektar yang tersebar diberbagai daerah. Mulai Lampung Selatan, Lampung Utara, Waykanan, Pringsewu, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Bandarlampung.

Sementara untuk kebutuhan bahan pokok yang rawan naik lainnya, seperti daging di Lampung, Elvira mengatakan jumlah stok hingga Maret ini masih ada 2.977 ton. Jumlah ini dinilai masih surplus karena kebutuhan di Lampung satu bulan nya hanya 88 ton.

Baca Juga:   Bibit Padi Hibrida Mahal, Tapi Bisa Panen Dua Kali Lipat

“Kondisi daging sapi sangat aman, untuk kebutuhan per bulan daging sapi masih 88,67 ton. Dan stok untuk Maret sendiri sebanyak 2.977 ton. Surplus provinsi 2.888 ton. Meskipun masih untuk memenuhi kebutuhan Jakarta, tapi kita tetap upayakan kebutuhan stok di Lampung juga terpenuhi,” tambahnya.

Belum lagi, Bulog juga stok daging sapi beku, sekitar 700 kwintal. Selain itu, untuk mengantisipasi adanya kenaikan harga sapi Bakalan yang diimpor dari Australia, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung untuk mengimpor sapi Bakalan dari Mexico.

“Jadi sudah di antisipasi dengan Dinas Peternakan dengan membuka sapi bakalan dari Mexico, beda jalur namun itu merupakan rekomendasi yang sedang diusulkan. Meskipun di Bulog kita juga sudah ada stok 700 kwintal sapi beku,” tambahnya.

Baca Juga:   11 CASN Dijadwalkan SKD Ulang Gegara Terpapar Covid-19

Sementara untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok lainya, Elvira mengatakan Pemprov Lampung akan berencana melakukan pasar murah yang bakal dilakukan di 80 pasar yang dimulai saat ramadan hingga menjelang lebaran.

“Jadi nantinya Disperindag sendiri akan melaksanakan pasar murah, agar mendorong distributor untuk menambah suplai, relatif aman secara garis besar dari semua komoditi,” lanjutnya.

Mengenai stabilitas harga, pemprov juga akan terus menjaga ketersediaan, dengan haraoan harga stabil. Elvira menyatakan, jika ada pihak yang memanfaatkan untuk mengambil keuntungan sendiri nanti akan ada satgas pangan yang turun, dan bentuknya sidak ke pasar atau distributor. “Kalau sudah seperti itu, nantinya satgas Pangan akan turun langsung yang akan melibatkan tidak hanya pemprov Lampung namun juga Kepolisian daerah,” lanjutnya.

Hingga sekarang pun, permintaan ketersediaan dari sejumlah dinas belum ada permintaan penambahan karena stok masih stabil. “Kalau sekarang ya semua permintaan masih stabil, hanya kita tetap terus menjaga agar kebutuhan bahan pokok di Lampung tetap aman,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan