Kasatpol PP: Jangan Jadikan Pak Ogah Sebagai Profesi Andalan!

  • Bagikan
Seorang ibu menjadi Pak Ogah di Jl.Tengku Umar. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Seorang ibu menjadi Pak Ogah di Jl.Tengku Umar. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Selain manusia silver, Pak Ogah pun sering dijumapai pada u-trun Kota Bandarlampung. Mulai dari remaja hingga orang tua, bahkan perempuan.

Kasatpol PP Bandarlampung Suhardi Syamsi mengatakan, kebanyak dari pak ogah adalah anak-anak pengangguran mencari uang untuk rokok. Namun, pihaknya tetap rutin melakukan penertiban pak ogah di Kota Tapis Berseri.


Bahkan, kata Suhardi, ibu-ibu yang menjadi pak ogah di Jl. Gajah Mana pun telah diberi arahan dan diangkut.

“Sebenarnya pada prinsifnya di sisi lain kita dalam kondisi pandemi sekarang memahami. Bahwa mungkin mereka tidak ada cara lain untuk cari nafkah. Tetapi, ada aturan yang harus dipatuhi warga kota,” ujarnya kepada Radarlampung.co.id.

Sehingga, dirinya mengharapkan dan mengimbau untuk tidak menjadikan pak ogah sebagai profesi andalannya. “Sudah beberapa kali kita amankan. Setiap diamankan kita beri pengarahan dan pencerahan agar tidak mengulangi perbuatannya,” ucapnya.

Baca Juga:   Pemkot Gelar Gebyar Vaksinasi di Halaman Parkir Bambu Kuning

Dalam penertiban sendiri, kata Suhardi, Satpol PP menurunkan tim dari  TJR (Tibun Jalan Raya) yang rutin berpatroli setiap hari.

“Sering kali usai kita amankan, terus buat berita acara tidak mengulangi. Karena tuntutan keadaan mereka mengulangi lagi,” terangnya.

Meski demikian, Satpol PP pun menurutnya tidak akan pernah lelah menertibkan pak ogah ini. Sebab, penertiban pak ogah sebagai tugas dan tanggung jawab satuannya.

“Hampir semua pak ogah sudah berurusan dengan Pol-pp,” ungkapnya. (pip/sur)




  • Bagikan