Kasihan, Raperda Zonasi ESDM “Dicueki”

  • Bagikan
ILUSTRASI INTERNET

RADARLAMPUNG.CO.ID- Raperda Zonasi Energi Sumber Daya Mineral sudah masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2017. Tapi sampai sekarang, raperda tersebut “dicueki” alias tidak kunjung dibahas.

Diakui Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Lampung, Watoni Noerdin, raperda tersebut mangkrak salah satunya karena dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat.

Diantaranya, di tahun 2017 ada kebijakan pusat yang mengharuskan pencabutan perda penghambat investasi.

“Sementara raperda ini kaitannya dengan investasi juga. Kemudian kenapa di tahun 2018, mesti ada penyesuaian. Tapi nyatanya, memang waktunya tidak cukup, ” ujarnya kepada radarlampung.co.id, Rabu (9/1).

Saat ini, pembahasan raperda tersebut juga bahkan belum dibicarakan. “Nanti dalam waktu dekat akan kita agendakan. Kami sih inginnya agenda pencalegan memang tidak mengganggu agenda persidangan, ” kata dia.

Baca Juga:   RS Darurat Asrama Haji Rajabasa Mulai Ditata

Watoni menjelaskan, tujuan raperda ini dibentuk awalnya adalah agar bagaimana menertibkan mana saja zonasi ESDM di wilayah Provinsi Lampung.

“Sebenarnya untuk mempermudah perizinan yang dilakukan terkait investasi ESDM, ” kata dia. (abd/wdi)




  • Bagikan