Kasus Bullying, Dua Pihak Sepakat Damai

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

radarlampung.co.id – Kasus dugaan bullying yang dilaporkan orang tua DS (9), bocah asal Lingsuh, Rajabasa, Bandarlampung diupayakan damai. Kedua belah pihak bertemu dikediaman DS dan akan menyelesaikan masalah itu dengan cara kekeluargaan.

Menurut Hendri Dunan, ayah DS, pihak YG, RZ, DV, YI dan AG remaja yang dilaporkan melakukan bullying akan mendatangi kediamannya Jumat malam (15/3). ”Rencananya malam ini mereka semua akan datang ke rumah kami untuk meminta maaf dan menindaklanjuti atau tidak laporan itu. Tinggal menunggu pak Bhabinkamtibmas,” kata Hendri.

Terkait kondisi DS, Hendri menyatakan rongent belum seluruhnya dilakukan. Sebelumnya, bocah itu mengeluh sakit di kepala dan mual. ”Kemarin (Kamis, Red), habis dari Rumah Sakit Bhayangkara. Belum semua di-rongent. Kami pulang dulu karena ada keperluan mendadak. Sampai sekarang pusingnya belum hilang,” sebut dia.

Baca Juga:   Tingkatkan PAD Sektor PBB, Pemkot Ajak Taat Pajak Dimulai dari ASN

Kapolsek Kedaton Kompol Abdul Mutolib membenarkan, pihaknya menjadi fasilitator kasus kekerasan yang terekam dalam video dan tersebar di aplikasi Whatsapp, Selasa (12/3). ”Nanti ada petugas yang ikut menyelesaikan masalah ini dikediaman DS. Terkait laporannya, kita lihat keputusannya. Kita berharap perdamaian disepakati semua pihak,” sebut dia.

Sebelumnya, orang tua DS, melaporkan dugaan pengeroyokan ke Polsekta Kedaton, Rabu (13/3). Pelakunya lima remaja berusia belasan. Mereka adalah YG, RZ, DV, YI dan AG.

”Iya, tadi pagi kami sudah melapor ke Polsek Kedaton. Kejadiannya di sebuah kebun RT 01, Lingsuh,” kata Hendri.

Menurut dia, dugaan bullying tersebut bermula saat sekelompok remaja yang menamakan diri Geng Jaling menghubungi DS melalui pesan aplikasi WhatsApp dan janji bertemu di sebuah tempat.

Baca Juga:   Tanggapi Gejolak Kepemimpinan DPRD Bandarlampung, BK: Taati Tatib Dong...

”Saya nggak tahu. Awalnya dia (DS, Red) pulang dan bajunya kotor. Agak malam, saya dapat video (dugaan bullying, Red). Waktu saya tanya, anak saya mengaku dikeroyok Geng Jaling,” sebut dia.

Hendri menuturkan, bullying tersebut dipicu rasa tersinggungYI, salah seorang remaja. ”Makanya anak saya langsung dikeroyok,” ujarnya. (mel/ais)

       

 

 



  • Bagikan