Kasus Dugaan Korupsi Benih Jagung, Jaksa Kejati Lampung Periksa Tujuh ASN

  • Bagikan
Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan. FOTO ANGGRI SASTRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Selama dua pekan ini ada tujuh saksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kembali diperiksa terkait kasus dugaan korupsi benih jagung di Provinsi Lampung.

Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan menjelaskan, pada Senin (31/5) penyidik Pidana Khusus (Pidsus) kembali memeriksa tiga orang saksi. “Ketiganya berstatus PNS. Yang dimana inisialnya SS, DY dan NM,” katanya, Selasa (1/6).

Andrie -sapaan akrabnya- menambahkan, untuk SS merupakan ASN di lingkungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung. Untuk DY seorang PNS yang berdinas di UPT Tanaman Pangan Kota Malang, Provinsi Jawa Timur.

“Sedangkan untuk NM seorang PNS yang juga berdinasi di UPT Tanaman Pangan Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur,” kata dia.

Baca Juga:   Pemkab Tubaba Siapkan Lima Hektare untuk Bangun Lapas dan Rutan

Dan pada sebelumnya juga lanjut Andrie, ada empat saksi yang sudah diperiksa lagi pada pekan kemarin. Tepatnya pada Kamis (27/5) lalu. “Ya bidang Pidsus Kejati Lampung telah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap saksi dari penerimaan barang. Keempat saksi tersebut merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS),” kata Andrie.

Andrie menuturkan, keempat PNS yang diperiksa kembali itu yakni berinisial SY, BA, US dan AH. “Pemeriksaan ini dilakukan kembali oleh penyidik lantaran untuk melengkapi berkas yang masih kurang,” katanya.

Untuk diketahui, dalam kasus ini pihak Pidsus Kejati Lampung telah menetapkan tiga orang tersangka. Yakni ED dan HR selaku PNS dan IM sebagai rekanan proyek kasus senilai Rp140 miliar itu.

Baca Juga:   Pemkab Tubaba Siapkan Lima Hektare untuk Bangun Lapas dan Rutan

“Pihak kami juga sudah melakukan penyitaan aset milik terdakwa IM pada 6 Mei 2021 lalu. Yang dimana satu unit rumah mewah terletak di Bataranila Lamsel. Juga satu unit gudang di Sukabumi, Kota Bandarlampung,” pungkasnya. (ang/wdi)



  • Bagikan