Kasus Narkoba Masuk Rutan, Polres Tuba Dalami Keterlibatan Sopir Travel

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID- Polres Tulangbawang (Tuba) mendalami kasus penyelundupan narkoba yang berhasil di gagalkan oleh petugas jaga Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Menggala.

Kasatres Narkoba Polres Tulangbawang AKP Anton Saputra mengatakan, pihaknya saat ini tengah mendalami dugaan kerterlibatan sopir travel yang membawa paket barang berisi narkoba jenis sabu sabu tersebut.


Dua paket sabu-sabu itu merupakan pesanan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Klas ll B Menggala yang menghuni kamar Blok C Nomor 2.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang yakni: enam orang WBP dan satu sopir travel. “Masih pendalaman perihal keterlibatan sopir travel. (Sopir travel) Masih diamankan di Polres untuk lidik lebih lanjut,” kata Anton kepada radarlampung.co.id, Minggu (15/11).

Baca Juga:   Telan Korban Jiwa, Polres Tuba Pasang Banner Imbauan di Lokasi Ini

Selain itu, pihaknya juga masih mendalami apakah semua napi di dalam kamar blok C nomor 2 terlibat. Dua paket sabu-sabu itu diduga dipesan oleh  FS (26) warga Kampung Gedungkarya Jitu, Kecamatan Rawajitu Selatan, Tulangbawang dari balik jeruji besi melalui ponsel.

Paket tersebut diselipkan di dalam botol body lotion, kemudian dibawa sopir travel dari Kecamatan Rawajitu menuju Rutan Klas ll B Menggala. “Titipan paket dari seseorang yang mengaku bernama Andi dari Rawajitu dengan tujuan Rutan Menggala,” ungkap AKP Anton.

Terpisah, Kepala Rutan Klas ll B Menggala Gowim Mahali mengungkapkan, saat peristiwa itu terjadi Kamis (/12/11) petugas portir atau petugas pintu utama (P2U) curiga dengan barang titipan yang akan diberikan untuk WBP.

Baca Juga:   Lakalantas di Jalan Lintas Rawajitu, Satu Orang Meninggal Dunia

Petugas portir curiga karena saat itu tidak ada waktu kunjungan keluarga WBP. “Petugas curiga karena kemasan botol body lotion berbeda, botolnya bening isinya putih di terawang ada benda hitam. Saat dikeluarkan isinya satu bungkus plastik, setelah dibuka ada dua paket kristal yang diduga sabu,” ungkap Gowim. (nal/wdi)




  • Bagikan