Kasus Penadahan Ponsel Diselesaikan Dengan Restorative Justice

  • Bagikan
Kejaksaan Negeri Pringsewu menyelesaikan perkara dugaan penadahan ponsel dengan tersangka RA (18), melalui prinsip keadilan restoratif (restorative justice), Rabu (3/11). FOTO DOKUMEN KEJARI PRINGSEWU

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kejaksaan Negeri Pringsewu menyelesaikan perkara penadahan ponsel dengan tersangka RA (18), melalui prinsip keadilan restoratif (restorative justice), Rabu (3/11).

Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu Ade Indrawan mengatakan, penyelesaian perkara melalui restorative justice berdasar Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 25/2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.


“Penegakan hukum berdasar keadilan restoratif terhadap perkara pidana yang disangka melakukan tindak pidana Penadahan yang melanggar pasal 480 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana maksimal empat tahun dengan terdakwa¬† RA (18),” kata Ade Indrawan.

Ade yang didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Adi Sudiharto dan Kepala Seksi Intelijen Median Suwardi mengungkapkan, RA yang tercatat sebagai pelajar, menggunakan ponsel tersebut untuk kegiatan sekolah online atau dalam jaringan (daring).

Baca Juga:   137 CASN Pringsewu Ikut SKB

Penyelesaian perkara berdasar keadilan restoratif tersebut, melibatkan pelaku, korban, keluarga, dan pihak lain yang terkait.

Selanjutnya untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan pembalasan.

“Penghentian penuntutan berdasar keadilan restoratif dilaksanakan dengan asas keadilan, kepentingan umum, proporsionalitas, pidana sebagai jalan terakhir, cepat sederhana dan biaya ringan, sehingga masyarakat dapat secara langsung merasakan kemanfaatan dari penegakan hukum,” bebernya. (sag/ais)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan