Kasus Pengeroyokan Siswa SMP di Menggala Berujung Laporan Polisi

  • Bagikan

Radarlampung.co.id – Kasus pengeroyokan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Menggala berujung laporan polisi oleh pihak keluarga.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (29/11) sekira pukul 13.00 WIB. Ketika itu korban B (15), siswa SMPN 2 Menggala ingin membantu temannya yang dikeroyok oleh sejumlah siswa dari sekolah lain di depan sekolahannya.



Ketika itu, tiba-tiba B diterjang dan dikeroyok oleh sekitar tujuh siswa dari sekolah lain hingga tersungkur.

Baca Juga:   27 Personel Satreskrim Polres Tuba Jalani Tes Urine Dadakan, Hasilnya

“Mereka memang sengaja datang untuk mencari masalah,” kata korban B, Kamis (2/12).

Korban tidak mengetahui penyebab temannya dikeroyok. Namun sebagai teman ia hanya ingin melerai dan membantu.

Video pengeroyokan tersebut kemudian viral di media sosial pada Rabu (1/12) malam. Keluarga korban kemudian mengetahui peristiwa tersebut.

Tamrin warga Kecamatan Menggala, paman dari B mewakili keluarga korban mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah ramai di media sosial.

Baca Juga:   Gara-gara Rp2 ribu, Pria Ini Jadi Korban Pengeroyokan

Seusai ramai di media sosial, keluarga terduga para pelaku dan pihak sekolah belum memberikan klarifikasi atau menghubungi keluarga korban.

Tamrin mengaku sebenarnya peristiwa tersebut sudah coba didamaikan oleh pihak sekolah. Namun, saat proses perdamaian orangtua korban tidak dilibatkan. Mereka kecewa.

Karena itu, keluarga korban mengambil langkah untuk melaporkan peristiwa pengeroyokan tersebut ke Polres Tulangbawang.

Baca Juga:   Simpan Revolver, Warga Tuba Diciduk Polisi

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tulangbawang AKP Wido Dwi Arifiya Zein membenarkan bahwa pihak keluarga korban telah melaporkan peristiwa tersebut.

Menurutnya, aparat kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“(Iya) hari ini baru buat laporan. Laporannya ke Polsek Menggala,” singkat Kasat Reskrim. (nal/sur)






  • Bagikan