Kasus Perusakan Lahan Mangrove Bakauheni, Polda Lampung Tahan Satu Tersangka

  • Bagikan
ilustrasi dok jawapos.com

RADARLAMPUNG.CO.ID – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung telah menahan tersangka kasus dugaan perusakan lahan mangrove di  Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan. Satu tersangka yang diamankan itu berinisial MT. Pihak Ditreskrimum Polda Lampung masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung Kombes Pol Muslimin menjelaskan, MT ditahan dan ditetapkan tersangka karena telah membuat pun menggunakan surat palsu. “Berupa silsilah keturunan Kakhiya Nukhjaya. Dan nantinya digunakan dasar pengunaan tanah yang ada di Bakauheni,” katanya, Jumat (19/2).


Pihaknya pun kini telah menerima barang bukti yang diberikan oleh pihak pelapor. “Yang dimana nantinya barang bukti ini laporan. Yakni seperti bukti surat,” kata dia.

Baca Juga:   Polres Masih Proses Kasus Penganiayaan oleh Oknum Disdukcapil

Lantas, apakah akan ada tersangka lain dalam perkara ini ? Muslimin menjelaskan pihaknya masih melakukan kajian. Apakah akan ada tersangka lain. “Kita sedang mencari bukti lain. Apakah nanti kasus ini akan mengarah ke tersangka lain atau tidak. Ya kita tunggu saja,” jelasnya.

Menurutnya, untuk MT sendiri dikenakan pasal 277 KUHP subsider pasal 263 ayat 2 KUHP. “Terkait dugaan penggelapan dan menggunakan surat palsu,” ungkapnya.

Sementara itu, pelapor Supriyanto membenarkan apabila pihaknya telah dimintai oleh penyidik untuk memberikan bukti-bukti. Terkait laporan yang mereka adukan. “Ya ada beberapa bukti yang kami berikan,” katanya.

Maka dari itu, pihaknya pun berharap agar kasus ini bisa terus di proses. Dimana sesuai dengan hukum yang telah berlaku. “Untuk itu kami sangat terimakasih kepada pihak kepolisian maka kami berharap dapat diproses oleh pihak kepolisian sesuai dengan hukum yang berlaku. Dan tentu kita berterimakasih sekaligus mengapresiasi kepada pihak kepolisian yang telah mengungkap dan menuntaskan kasus ini,” tandasnya. (ang/wdi)




  • Bagikan