Kasus Suami Bunuh Istri, Korban Sempat Dicekik Pakai Kaus Singlet

  • Bagikan
Kapolres Lamtim AKBP Taufan Dirgantoro saat ekspos kasus pembunuhan Alika, senin (21/). Foto Dwi P/ radarlampung.co.id

radarlampung.co.id-Kasus kematian Alika Setiana Sari (17) yang diduga dibunuh Junaidi (23), suaminya sendiri terus bergulir. Rencananya polres Lampung Timur (Lamtim) akan menghadirkan psikolog untuk memeriksa kondisi kejiwaan Junaidi.

Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro menjelaskan, tersangka mengaku nekat membunuh karena sakit hati disebut gila oleh istrinya.

Menurutnya, saat itu korban meminta diantarkan ke rumah orang tuanya di Desa Sidorejo Kecamatan Sekampungudik karena kangen. Namun, tersangka menolak dengan alasan sedang sakit. Korban yang tidak puas dengan jawaban tersangka terus memaksa minta diantarkan pulang. “Sehingga terjadilah pertengkaran mulut. Karena emosi dan kesal, tersangka mencekik leher korban dengan menggunakan kaus singlet,” katanya, senin (21/1).

Baca Juga:   Hamdalah, Lampung Kembali Terima Vaksin Covid-19

Setelah korban tak berdaya, Junaidi melukai leher istrinya pakai sebilah pisau badik hingga tewas.

Untuk memastikan kebenaran keterangan tersangka tersebut, Polres Lamtim juga akan menghadirkan psikolog guna memeriksa kondisi kejiwaan tersangka.

“Keterangan dari psikolog diperlukan untuk melengkapi berkas penyidikan,” terangnya.

Taufan menjelaskan, Junaidi terancam dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pukul 15.25 Wib, minggu (21/1).  Kali pertama diketahui oleh mertua korban. Saat itu mertua korban curiga karena menantunya tidak keluar dari kamar sejak pagi. Ketika dicek ternyata korban sudah tergeletak di kasur dengan kondisi bersimbah darah pada bagian leher. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pamong desa dan diteruskan ke Polsek Sekampungudik.

Baca Juga:   Pro Kontra, Soal Surat Edaran Kades Terkait Penanganan Jenazah Pasien Covid-19

Petugas Polsek Sekampungudik yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan penyelidikan. Termasuk meminta keterangan suami korban. Kepada petugas suami korban menyatakan, istrinya bunuh diri. Namun, petugas Polsek Sekampungudik curirga karena keterangan suami korban berubah-ubah. Setelah diperiksa lebih lanjut, suami korban mengakui perbuatannya. (wid/wdi)




  • Bagikan