Keberadaan ODGJ Resahkan Warga Tubaba

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) melalui instansi terkaitnya diminta untuk tidak tutup mata terhadap keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang kini berkeliaran di beberapa wilayah di daerah setempat, hingga ke jalan-jalan. 

Padahal, ODGJ membutuhkan penangan khusus dengan harapan dapat kembali normal dan menjalani kehidupannya bersama dengan masyarakat lainnya.

Jika tetap dibiarkan, keberadaan mereka sangat dikhawatirkan dapat meresahkan masyarakat karena tidak hanya dijalan-jalan, tapi ada (ODGJ) yang berkeliaran hingga ke pemukiman warga. 

“Ini bukan kami memojokkan posisi dan kondisi mereka, tapi kami sangat berharap ada solusi dari pihak terkait khususnya pemerintah agar mereka ditangani layaknya ODGJ lainnya,” ungkap Ari (30), warga Panaragan, Kecamatan Tuba Tengah, Jumat (22/2).

Terpisah, Kasi Rehabilitasi Sosial Anak Terlantar, Tunasusila, Korban Napza, dan ODGJ Dinas Sosial Kabupaten Tubaba, Faruk menyatakan bahwa pihaknya belum bisa berbuat banyak terkait penanganan ODGJ tersebut. 

Selain belum adanya Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Tubaba, upaya penanganan ODGJ tidak didukung dengan ketersediaan anggaran. “Kami sebenarnya juga prihatin dengan kondisi mereka, tapi mau bagaimana kalau anggaran untuk program kegiatan dalam upaya penanganan ODGJ tersebut memang nihil,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjutnya, langkah yang bisa ditempuh Dissos Tubaba hanya menerbitkan surat rekomendasi untuk dilakukan rehabilitasi ke RSJ atau lembaga sosial yang menangani ODGJ, dan itupun ketika ada yang mengajukan.

“Yang jelas untuk penanganan dan rehabilitasi belum bisa kita lakukan. Kita berharap ke depannya dapat dianggarkan untuk program kegiatan tersebut,” pungkasnya. (fei/rnn/kyd)




  • Bagikan