Kebun Agrowisata Unila Kini Dikelola Mandiri, Sudah Masuk Masa Tanam Buah

  • Bagikan
Kebun Agrowisata milik Unila kini memasuki masa tanam, usai beralih pengelolaan nya yang dilakukan mandiri oleh BPU Unila. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Kebun Agrowisata Kebun Melon Universitas Lampung (Unila) yang sebelumnya sempat berhenti beroperasi karena ada persoalan mengenai kemitraan pengelolanya, kini ditangani langsung oleh BPU Unila. Kelanjutan Agrowisata yang berlokasi di sepanjang jalan Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro, Gedong Meneng, Rajabasa ini juga disampaikan Jubir Rektor Unila, Kahfie Nazaruddin.

Dirinya menyebut, Agrowisata akan tetap berlanjut namum dengan mitra yang berbeda. “Ya, akan dilanjut dengan mitra berbeda. Waktu persisnya belum tahu,” singkatnya melalui pesan WhatsApp.


DitambahkanDirektur Utama BPU Unila Endi Hasibuan, pengelolaan Agrowisata ini kini ditangani langsung pihaknya dengan bekerja sama berbagai pihak. Dia menyebutkan, Fakultas Pertanian, mahasiswa FP dan mitra yang menyuplai kebutuhan tanaman ikut membantu pengelolaan Agrowisata ini. “Sementara kita kelola sendiri saat ini, sekarang bahkan sudah masuk proses tanam,” sebut Endi.

Baca Juga:   Unila Raih Rekor MURI Katagori Pengukuhan Guru Besar Terbanyak di Indonesia

Persiapan pengelolaan tanaman di Agrowisata ini sudah dilakukan sejak satu bulan terakhir. Dan proses tanam buah dilakukan sejak seminggu terakhir. “Untuk yang ditanam tetap seperti yang lama, tapi dengan varian baru. Seperti tanaman labu, kan bisa untuk foto-foto. Bahkan labu ada 10 varietas, ada jagung triwarna, melon. Lahan sudah di olah 1 bulan lalu, nanem baru 1 minggu inilah,” tambah Endi.

Dengan total masa tanam selama 70 hari, maka diperkirakan April mendatang, saat memasuki bulan suci Ramadhan Agrowisata diharapkan sudah bisa dibuka. Kemudian soal pengelolaan, Endi mengatakan tidak akan sepenuhnya di kelola oleh mitra seperti sebelumnya. Mitra nantinya akan berfungsi dalam menyuplai kebutuhan tanam saja, misal kebutuhan bibit dan pupuk.

Baca Juga:   Dosen FK Unila Gelar Promosi Kesehatan Berbasis Rumah Sakit untuk Tangkal Hoaks tentang Vaksinasi Covid-19

“Dari awal mahasiswa fakultas pertanian Langsung terlibat, jadi nggak kaya dulu juga bentuk kemitraan nya. Dulu kan kemitraan kan backup semua sisi. Tapi sekarang enggak, hanya menyuplai pupuk, bibit. Sampai saat ini mitra belum kami tunjuk, karena itu tidak perlu seperti sebelumnya. Sekarang tinggal toko mana yang ada kelengkapan nya maka ditoko itu (akan bermitra),” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan