Kebut Vaksinasi, Gubernur Minta Satu Puskesmas Habiskan 500 dosis Per Hari

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terus berupaya mengebut vaksinasi di Provinsi Lampung. Gubernur menargetkan akhir tahun ini Provinsi Lampung target vaksinasi mencapai 100%.

Hal ini disampaikan Arinal didepan Bupati/Walikota, Forkopimda dan lintas sektor lainnya saat Rapat Evaluasi Pelaksanaan Vaksin Covid-19 di Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung, di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur, Jumat (8/10).


“Sampai dengan 6 Oktober 2021, jumlah dosis vaksinasi yang sudah disuntikkan sebesar 2,4 juta dosis dari jumlah kebutuhan vaksin di Lampung yaitu 14,6 juta dosis, sehingga sebanyak 12 juta dosis belum disuntikan. Saat ini rata-rata konsumsi/menyuntikkan vaksin untuk Lampung per hari sebesar 46 ribu dosis. Sehingga bila kita akan menyelesaikan 12 juta dosis sampai akhir desember 2021, maka penyuntikan vaksin harus ditingkatkan menjadi 151.747 dosis per hari, tetapi dengan catatan vaksin tersedia,” beber Arinal.

Karena itulah, Arinal mendorong 312 Puskesmas yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota melakukan penyuntikan vaksin per hari sebanyak 500 dosis. Untuk itu, Gubernur Arinal meminta agar pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan harus juga diiringi kesiapan SDM dan prasarana lainnya agar kesuksesan vaksinasi hingga akhir Desember 2021 dapat terlaksana.

Baca Juga:   Soal Dugaan Pelajar Diminta Lepas Jilbab untuk Foto, Disdik Lamteng Akan Klarifikasi

Selain itu, Arinal juga mengatakan untuk mencapai target tersebut diperlukan kerjasama yang baik antar lintas sektor dalam percepatan vaksinasi di Provinsi Lampung. “Perlu kerja ekstra semua fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah dan swasta termasuk gerai-gerai vaksinasi yang dibangun oleh lintas sektor,” tambahnya.

Arinal menyebutkan akan berkoordinasi dengan Pusat untuk menambah droping vaksin ke Lampung. Namun demikian, ia meminta agar jumlah dosis yang ada di Kabupaten/Kota untuk terlebih dahulu dihabiskan.

“Perlu lakukan komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat terkait vaksinasi agar dapat disampaikan oleh media massa secara baik dan massif sehingga masyarakat paham akan pentingnya herd imunnity,” katanya.

Kerjasama lintas sektor dalam melaksanakan vaksinasi di lapangan juga harus berjalan sinergi dan bahu membahu. Termasuk mobilisasi tim vaksinasi di wilayah Lampung agar bisa dilaksanakan untuk mengejar sasaran di wilayah sulit seperti daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan.

Baca Juga:   Soal Adanya Insentif Nakes Yang di Transfer Berlebih, Dinkes Lampung Belum Terima Laporan

Karena itu, Arinal mendorong penambahan tim vaksinasi di Lampung dengan melibatkan organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

“Serta mengoptimalkan tim vaksinasi lintas sektor yang sudah berjalan seperti TNI, Polri, KKP, Poltekes, PMI dan lainnya. Saya juga minta untuk membentuk tim input dan update data pada wilayah yang memiliki masalah dengan jaringan internet. Karena ini untuk mengakses aplikasi data vaksinasi yaitu aplikasi SMILE dan aplikasi P-Care. Kemudian, peningkatkan juga kapasitas SDM terkait aplikasi data vaksinasi tersebut dan meningkatkan kapasitas SDM dengan melakukan On Job Training di fasilitas kesehatan masing masing untuk memperbanyak tim vaksinasi,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan