Kejari Lampura Gelar Jaksa Goes to Campus

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kejaksaan Negeri Kabupaten Lampung Utara (Lampura), gelar program Jaksa Goes to Campus, kegiatan itu digelar di Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) dengan mengusung Tema Diskusi Dan Pemahaman Delik Pidana Narkoba.

Sementara, yang menjadi peserta merupakan para mahasiswa UMKO yang didampingi langsung Wakil Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Bram Fikma, dan Ruhly Kesumadinata.

Kegiatan Jaksa Goes To Campus ini, dimotori Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Lampura dan dilaksanakan bersama para mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial di Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO).

Kepala Kejaksaan Negeri Lampura, Atik Rusmiyati Ambarsari, melalui Kasi Intelijen I Kadek Dwi Ariatmaja, dalam pemaparannya mengatakan, tentang peningkatan kasus Narkoba di Kabupaten Lampura yang mengalami peningkatan dan sampai bulan Juni 2021 sudah terdapat 86 perkara narkotika yang diputus dan telah berkekuatan hukum tetap dan ini akan terus bertambah jika tidak bersama-sama melakukan pemutusan nya dengan bersama-sama memeranginya tentang bahaya Narkoba.

Baca Juga:   Optimalkan Pelayanan Masyarakat, Polres Lampura Bangun Gedung SPKT

“Pada dasarnya Negara memberikan perlindungan hukum kepada pecandu narkotika untuk mendapatkan rehabilitasi medis dan sosial sebagaimana ketentuan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika yang pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 25 tahun 2011 tentang pelaksanaan wajib lapor pecandu narkotika” kata Kasi Intelijen I Kadek Dwi Ariatmaja.

Ia menambahkan, Kejaksaan Negeri Lampura mendorong kepada seluruh mahasiswa UMKO Kotabumi untuk dapat juga menyampaikan kepada masyarakat luas.

Khususnya apabila ada rekan-rekan kita, kerabat bahkan keluarga kita yang menjadi korban dalam penyalahgunaan narkotika agar secara sukarela melaporkan diri kepada institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

“Laporan Ini bisa kepada BNN maupun rumah sakit agar yang bersangkutan mendapatkan rehabilitasi medis dan sosial, dan bagi pecandu itu sendiri tidak perlu merasa khawatir dan takut karena secara hukum Negara hadir untuk memberikan perlindungan,” jelasnya.

Baca Juga:   Terkendala Armada, Distribusi BB-PPKM Molor

Terhadap pecandu yang tidak melaksanakan perihal tersebut dan memilih tetap untuk terus mengkonsumsi narkotika, maka akan berpotensi berhadapan dengan hukum yang bermuara pada hukum pidana. (ozy/yud)




  • Bagikan