Keji, Ayah Cabuli Anak Tiri, Sang Kakak Ikut Hamili Adik Tirinya

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-YR (21), warga Kecamatan Kotagajah Lampung Tengah, menyusul sang ayah tiri YP (55) ke penjara. Ya, YR menjadi tersangka setelah diduga menghamili UE (17), adik tirinya. YP sendiri sudah lebih dulu ditetapkan jadi tersangka karena mencabuli S (14). Mirisnya, S merupakan adik kandung YR yang juga saudara tiri UE. Diketahui, YP yang memiliki anak UE menikah dengan SM (45) yang juga telah memiliki anak YR dan S.

“Adik tirinya dihamili hingga enam bulan. Perbuatan bejat ini dilakukan tersangka yang telah ditangkap 12 Desember 2020 sejak 2015 ketika korban duduk kelas 1 SMP,” kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lamteng Eko Yuwono.

Modus tersangka, kata Eko, memanggil korban ke kamarnya. “Korban dipanggil ke kamar tersangka. Korban dicabuli dan diancam tak cerita tentang kejadian ini. Karena takut, setiap diajak berhubungan intim korban selalu menurut hingga hamil enam bulan. Kasus ini terungkap setelah melihat perubahan perut korban yang membesar. Setelah didesak, korban menceritakan hal ini hingga dilaporkan ke polisi. Tersangka mengaku khilaf,” ujarnya.

Baca Juga:   HUT ke-75 Pomad, Harapan Semua Prajurit Berbuat Positif dan Inovatif

Hal yang membuat prihatin, kata Eko, sebelumnya ayah korban YP juga mencabuli S. “YP telah ditangkap terlebih dahulu oleh Polsek Punggur. Ya seperti sinetron. Bapak cabuli anak tiri, kakak cabuli adik tiri. Kita akan mendampingi korban. Sementara korban tinggal bersama neneknya,” ungkapnya.

Kasus ini, kata Eko, menambah deretan panjang kejahatan seksual yang dilakukan orang-orang terdekat. “Kasus ini menambah deretan panjang kejahatan seksual dengan orang terdekat. Kasus kejahatan seksual di Lamteng menduduki tingkat pertama di Lampung dengan jumlah 97 kasus per 27 Desember 2020. Sebanyak 17 korban hamil,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, YP (55), tega merudapaksa¬† S (14) anak tirinya. Kapolsek Punggur Iptu Amsar mewakili Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro menangkap tersangka di rumah anak kandungnya, Kampung Untoro, Kecamatan Trimurjo, Kamis (12/11) sekitar pukul 06.30 WIB. “Tersangka ditangkap atas laporan ibu korban S (14). S dirudapaksa ayah tirinya. Ini berdasarkan LP Nomor: LP/ 617-B/ XI /2020/POLDA LPG/RES LAMTENG/SEK PUNGGUR Tgl. 12 November 2020,” katanya.

Baca Juga:   Pasien Positif Covid-19 Dari Belalau Meninggal

Terungkapnya kasus ini, kata Amsar, korban bercerita kepada ibunya. “Korban cerita kepada ibunya telah dirudapaksa ayah tirinya. Mendengar cerita ini, ibu korban marah dan mengusir tersangka yang merupakan suaminya. Seminggu kemudian, kasus ini dilaporkan korban dan ibunya ke Polsek Punggur dengan membawa barang bukti pakaian korban,” ujarnya.

Peristiwa pencabulan ini, kata Amsar, dilakukan tersangka ketika istri atau ibu korban bekerja. “Ibu korban ini kerja sebagai buruh berangkat pagi dan pulang sore. Korban di rumah bersama tersangka. Kejadian kali terakhirnya bulan Agustus 2020 sekitar pukul 05.00 WIB. TKP-nya di rumah Kampung Nambahrejo, Kecamatan Kotagajah,” ungkapnya.

Modus tersangka, kata Amsar, masuk ke dalam kamar korban. “Masuk dalam kamar korban. Tersangka mengajak korban berhubungan intim. Korban berontak, tersangka tetap memaksa. Apalah daya, korban pasrah dirudapaksa tersangka. Tersangka mengancam tak menceritakan kepada siapa pun,” katanya.

Baca Juga:   Pasien Positif Covid-19 Dari Belalau Meninggal

Hasil pemeriksaan petugas, kata Amsar, korban sudah dicabuli tersangka sejak kelas 2 SD hingga sekarang kelas 3 SMP. “Sejak SD dicabulinya hingga sekarang kelas 2 SMP,” ungkapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Amsar, tersangka dijerat dengan Pasal 81 dan 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU Jo pasal 76e UU RI No. 35/2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. “Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara,” tegasnya.

Kepada penyidik, ibu korban SM (45) mengaku tak menyangka suaminya tega merudapaksa anaknya. “Tadinya, saya ya percaya aja. Namun, dengan kejadian ini saya pasrah aja. Saya serahkan ke jalur hukum,” ucapnya. (sya/wdi)



  • Bagikan