Kekerasan di Jalur Gaza Meningkat, Trump Utus Menantunya ke Yerusalem

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Jumat untuk membahas prospek perdamaian Israel-Palestina. Menurut Gedung Putih, pembicaraan itu dilakukan usai mengadakan pembicaraan terpisah dengan para pemimpin Arab.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu, (23/6), Washington mengatakan, pihaknya memiliki rencana perdamaian yang bisa segera dirilis. Perundingan Israel-Palestina terhenti pada 2014 karena perselisihan yang diperdalam dengan pertumpahan darah di Jalur Gaza dan pengakuan AS kalau Yerusalem Ibu Kota Israel.

Penasihat top Trump sekaligus menantunya Jared Kushner, utusan Timur Tengah Jason Greenblatt, dan Duta Besar AS untuk Israel David Friedman mengadakan pertemuan empat jam dengan Netanyahu di Yerusalem. Utusan Israel untuk Washington, Ron Dermer, juga hadir dalam pertemuan di Yerusalem itu.

Baca Juga:   Polresta Pantau Ketersediaan Obat-obatan dan Multivitamin Penderita Covid-19
Grafik AS akui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Grafik Istimewa

Gedung Putih mengatakan, mereka membahas bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza. Warga Palestina sejak 30 Maret mengadakan unjuk rasa mingguan yang terkadang disertai kekerasan melawan Israel. Setidaknya 128 orang Palestina telah terbunuh oleh tentara Israel yang menggunakan kekerasan melawan para pengunjuk rasa.

Dalam konflik terbaru, sedikitnya 206 warga Palestina terluka akibat kekerasan tentara Israel di dekat gerbang perbatasan Gaza-Israel pada Jumat. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf Al Qidra mengatakan, 44 orang menderita luka tembak. Saat ini, sebanyak 120 korban luka telah dilarikan ke rumah sakit.

Seperti dilansir Anadolu, peluru tentara Israel juga menyasar Ali Cadalah, seorang jurnalis foto dari Anadolu Agency yang tengah meliput aksi protes di Jalur Gaza, yang sekarang juga tengah dirawat.

Baca Juga:   Oksigen Medis Langka, Stok RSUDAM Hanya Cukup Dua Hari, Sekprov Lampung Kumpulkan Pengusaha

Warga Palestina terus memperjuangkan hak-haknya untuk pulang ke rumahnya meski dibalas kekerasan oleh Zionis Israel. Perjuangan mereka tak pernah padam. (jpc/ang)




  • Bagikan