Kelestarian Lingkungan dan Panas Bumi Tak Dapat Dipisahkan

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Koordinator Rumah Kolaborasi (Ruko) Warsito menilai kelestarian lingkungan dan panas bumi merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Dari riset di Italia, bahwa ratusan tahun panas bumi yang dikelola disana tidak ada perubahan signifikan pada lingkungan asalkan pengelolaan dilakukan secara baik.

Warsito menyampaikan hal itu pada workshop media bertajuk Sustainable renewable energy (SRE) di Hotel Bukit Randu, Bandarlampung, Minggu (3/6).

Agenda itu kerjasama antara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung bersama Rumah Kolaborasi dan WWF Indonesia.

Kegiatan yang diikuti puluhan jurnalis dan NGO itu melibatkan narasumber Dinas ESDM Lampung Arlinawati, Job Charles dari Project Leader WWF Sumbagsel, Direktur Eksekutif Walhi Lampung Hendrawan serta Budisanto Budiman dari Rumah Kolaborasi sekaligus jurnalis senior.

Baca Juga:   Polda Lampung Lakukan Vaksinasi Massal

Ketua AJI Bandarlampung Padli Ramdan menuturkan, isu energi baru terbarukan bukan hal yang baru, namun pemahaman jurnalis tentang hal itu masih belum banyak.

“Untuk itu kami menyelenggarakan workshop untuk meningkatkan pengetahuan jurnalis tentang isu ini,” ujarnya.

Sementara itu, Warsito menilai, upaya Rumah Kolaborasi secara nyata mendampingi pemanfaatan di sekitar proyek panas bumi seperti di Ulu Belu, Tanggamus berupa pemanfaatan langsung membantu kelompok tani.

“Kami juga mengawal penyusunan Perda Pemanfaatan Panas Bumi di Lampung,” tuturnya.

Sementara itu, Jurnalis Senior Oyos Saroso HN memaparkan tindak lanjut workshop berupa usulan liputan bagi jurnalis dari berbagai sudut pandang.

“Beberapa tema yang dapat diangkat oleh jurnalis meliputi apa warga hanya dapat CSR saja dari perusahaan pengelola panas bumi? Apa wargabisa mendapat saham? Bagaimana sektor pariwisata bisa berkembang disekitar objek panas bumi?” paparnya.

Baca Juga:   Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penganiayaan Perawat, Dinkes Apresiasi Polresta

Dia menambahkan, tata ruang Sumatera dari Peraturan Presiden, mengawal Raperda Pemanfaatan Panas Bumi, serta memasarkan panas bumi yang bermanfaat ke masyarakat.

“Selain itu, forum wartawan lingkungan di Lampung juga bisa segera dibuat,” pungkasnya. (ndi/gus)




  • Bagikan