Keluarga Mahasiswa Tewas Dalam Diksar Tunggu Penjelasan Unila

  • Bagikan
Keluarga Aga Trias Tahta (19), mahasiswa jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung yang tewas saat mengikuti pendidikan dasar UKM Cakrawala. FOTO AGUS SUWIGNYO/RADARLAMPUNG.CO.ID  
Keluarga Aga Trias Tahta (19), mahasiswa jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung yang tewas saat mengikuti pendidikan dasar UKM Cakrawala. FOTO AGUS SUWIGNYO/RADARLAMPUNG.CO.ID  

radarlampung.co.id – Keluarga Aga Trias Tahta (19), mahasiswa jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung yang tewas saat mengikuti pendidikan dasar UKM Cakrawala masih menunggu penjelasan resmi dari pihak Universitas Lampung (Unila). Sebab sampai saat ini belum ada keterangan pasti terkait kronologis dan waktu kematian warga Dusun Wonokarto RT.1/RW. 8 Pekon Wonodadi, Gadingrejo, Pringsewu tersebut.

“Katanya jatuh hari Sabtu (28/9). Tapi kemarin, kata panitia, ada yang bilang Kamis,” kata Gani Dewantara (27), kakak Aga.

Perbedaan penjelasan ini membuat belum adanya kepastian. Menurut dia, pihak universitas juga sedang mengumpulkan data. “Kita tunggu dulu dari Universitas,” tandasnya. Peristiwa yang merenggut nyawa adiknya membuat Gani berharap hal serupa tidak terjadi lagi tahun depan.

Kakak Aga lainnya, Amin Abdurahman (39) mewanti- wanti agar pihak kampus menghapus hal-hal seperti itu. “Secara fisik saya melihat langsung. Bukan karena jatuh saja,” tegasnya.

Meski hanya bisa menduga, Amin merasa ada yang tersembunyi. “Ada sesuatu. Entah itu apa. Tapi kita hanya bisa praduga,” jarnya.

Terkait langkah yang telah diambil aparat kepolisian, Amin menyatakan mengikuti saja apa yang menjadi keputusan orang tua. “Kami ikuti apa keputusan orang tua. Untuk penanganan (kasus), kepolisian lebih tahu,” terangnya.

Sementara, Dekan FISIP Unila Syarif Makhya yang datang ke rumah duka bersama Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dadang Karya Bakti, Ketua Jurusan Sosiologi Ikram, dan dosen Azis Amriwan menyatakan belum bisa memberikan keterangan. (sag/ais)





  • Bagikan