Kemajuan Iptek untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Inovasi

  • Bagikan

Pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak lagi hanya bertumpu pada faktor produksi konvensional seperti penambahan kapital dan tenaga kerja. Melainkan dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

Faktor ini akan mendorong suatu negara untuk lebih efisien menyediakan barang dan jasa serta meningkatkan daya saing usaha.


Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, perhatian harus diberikan pada strategi kebijakan yang mendorong inovasi. Termasuk penempatan anggaran negara untuk dialokasikan pada pos iptek, riset, dan inovasi.

Penempatan anggaran riset/litbang atau Gross Expenditure on Research and Development (GERD) dinyatakan dalam persentase terhadap PDB nasional.

Meliputi empat sektor yakni Litbang Pemerintah, Litbang Perguruan Tinggi, Litbang Industri, dan Litbang Non-Government Organization (NGO), dengan kegiatan riset mencakup penelitian dasar, penelitian terapan, dan pengembangan eksperimental.

Baca Juga:   Silaturahmi Kediaman Habib Luthfi Pekalongan, Airlangga: Beliau Orangtua Kita

Dibandingkan dengan negara-negara di dunia, nilai GERD Indonesia masih terbilang rendah, yang berarti porsi penempatan anggaran untuk pos iptek, riset dan inovasi masih perlu ditingkatkan.

“Untuk mendorong peran industri lebih besar dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Super Tax Deduction Vokasi hingga 200%,” ujarnya.




  • Bagikan