Kembalikan Icon Lampura, Pemkab Gelar Diskusi Publik Buah Lada Hitam

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Guna mengembalikan kejayaan Kabupaten Lampung Utara (Lampura), sebagai sentra produksi buah lada hitam. Pemerintah setempat, kini memiliki strategi untuk meningkatkan gairah para petani dalam memproduksi tanaman lada hitam, sehingga kejayaan Lada sebagai Ikon Lampura kedepannya dapat segera terwujud.

Sebab peran dan niat, baik petani maupun pemerintah daerah sangat di butuhkan. Pasalnya, saat ini perkembangan perkebunan lada di Lampura semakin memprihatinkan, dari puluhan ribu Haktare lahan lada hitam milik petani, kini hanya tinggal belasan haktare saja.

Hal tersebut, dikarenakan alih fungsi lahan tanaman buah lada menjadi tanaman singkong dan karet. Kondisi ini harus segera di antisipasi, agar perkebunan lada tetap terjaga produktifitasnya.

Pemerintah setempat, kini mengambil langkah-langkah strategi seperti mengadakan penyuluhan terhadap para petani lada hitam di Lampura. Selain itu, pembinaan hingga tingkat pendampingan dalam memasarkan hasil produksinya. Hal tersebut, digagaskan pada acara Diskusi Publik dipusatkan di ruang Tapos Pemkab setempat.

Acara yang dihadiri oleh ahli perkebunan dari Provinsi Lampung, seperti Kepala Badlitbangda, Ir. Hamartoni Ahadis, M. Si. Akademisi Ir. Ansori Djausal, MT., Kadis Perkebunan Prov Lampung, Ir. Achmad Chrisna Putra NR, M.E.P dan Kepala BPTP Prov Lampung, Dr. Drs, Jekvy Hendra, M. Si.,

Baca Juga:   Sempat Menjalani Perawatan, Bupati Budi Utomo Dinyatakan Sembuh

Dalam diskusi tentang perkebunan Lada tersebut, mereka meminta jangan ada perdebatan namun pada dasarnya mereka semua mendukung mengembalikan kejayaan perkebunan lada di Lampura.

“Kwalitas lada Lampura sangat baik, khusus di Desa Cahaya Negeri ladanya begitu baik dan terkenal. Untuk peringkat produktifitas, kita nomor dua di Pulau Sumatera di bawah Bangka Belitung,” terang Ir. Ansori Djausal, MT, Senin (28/6).

Begitu juga dengan Kadisbun Prov Lampung, telah menyiapkan bibit lada untuk 50 Ha lahan kepada Lampura. Agar perkebunan lada di galakkan kembali, sekaligus menjaga kepunahan komoditi andalan Lampung ini.

“Kita sudah siapkan bibit lada untuk 50 Ha, tinggal kesiapan daerah untuk menyambut dan menyiapkan lahannya,” kata Chrisna, menyambut perkataan dari Ansori Djausal itu.

Kepala Badlitbangda Prov Lampung, Ir. Hamartoni A, M. Si., memberikan jalan keluar bagi petani yang ingin menanam Lada, menurutnya lahan lada dapat di manfaatkan sebagai lahan tumpang sari. Artinya, petani dapat menanam apa saja yang mudah menghasilkan di areal perkebunan lada.

Baca Juga:   Lampura Sabet KLA Tingkat Pratama dari Kementrian PPPA

“Sembari menunggu lada berproduksi, petani bisa memanfaatkan areal untuk tanaman tumpang sari. Seperti jagung, atau lainnya yang bisa menopang ekonomi petani sebelum panen buah lada hitamnya,” jelas Hamartoni.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Lampura, Budi Utomo itu, membuahkan sejumlah kesimpulan yang mana kejayaan Kabupaten berjuluk Bumi Ragam Tunas Lampung ini, bener-benar mengembalikan tanaman buah lada hitam sebagai icon Kabupaten.

Jalan sudah terbuka, pemerintah provinsi Lampung telah mencurahkan tenaga dan pikiran ke Kabupaten Lampura untuk pengembangan perkebunan lada ini.

“Saya berharap, gagasan ini dapat segera di tangkap oleh sejumlah OPD terkait. Apa bila tidak segera di sikapi, maka jangan harap kita mengembalikan kejayaan Kabupaten Lampura, sebagai sentra produksi buah lada. Kedepan Kabupaten Lampura, harus nomor satu di Indonesia dalam produksi lada hitam,” kata Bupati Lampura, Budi Utomo.(ozy/yud).




  • Bagikan